Menteri Basuki: Pembangunan infrastruktur demi pemerataan dan keadilan

Sabtu, 25 Agustus 2018 21:00 Reporter : Darmadi Sasongko
Menteri Basuki: Pembangunan infrastruktur demi pemerataan dan keadilan Menteri PUPR di UMM. ©handout/Humas UMM

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menyampaikan pemerintah sedang bekerja keras untuk membangun Indonesia Maju. Banyak program infrastruktur pemerintah yang dibangun untuk memperkokoh pondasi bagi lompatan kemajuan.

Infrastruktur dibangun tidak hanya untuk aspek ekonomi saja, tetapi juga demi pembangunan yang merata dan berkeadilan. "Saya yakin dengan bermodalkan pondasi kemajuan yang diletakkan dalam beberapa tahun terakhir ini, Indonesia akan melakukan lompatan kemajuan. Lompatan tersebut terletak pada daya juang, kreativitas dan dedikasi dari generasi muda seperti wisudawan dan wisudawati yang hadir," kata Menteri Basuki dalam orasi ilmiah tentang Pembangunan Infrastruktur untuk Indonesia Maju di Dome Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (25/8).

Menteri Basuki menyampaikan, bukan hanya membawa Indonesia yang maju, tetapi para generasi muda bangsa harus turut serta membangun dunia Islam yang maju pula. Indonesia ditegaskan Menteri Basuki, sebagai negara Islam terbesar yang menunggu peran besar pula dari umatnya.

"Sebagai negara muslim terbesar di dunia, mari tunjukkan bahwa kita bisa berbuat banyak dan mampu menjadi rujukan kemajuan bagi negara-negara muslim. Kita layak menjadi pemimpin negara-negara Muslim dan saya yakin kita bisa," ujarnya.

Menteri Basuki juga berbagi motivasi di hadapan para wisudawan. Dia menyampaikan beberapa corporate culture insan pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang dapat menjadi inspirasi para wisudawan. Diantaranya adalah insan harus memiliki akhlakul karimah, menanamkan jiwa profesionalisme, menambah bekal ilmu dan pengetahuan serta memiliki jiwa seni untuk menumbuhkan keberanian. Lewat modal tersebut lulusan UMM dapat memiliki kepedulian pada lingkungan sekitar.

"37 tahun lalu saya diwisuda seperti Saudara. Jadi 30 tahun lagi Saudara harus berada di sini (podium) untuk menggantikan saya, pak Malik Fadjar atau Mendikbud Muhadjir Effendy. Masa depan Indonesia di pundak Saudara-saudara. Inilah saatnya Saudara bersimpuh kepada Ibu Pertiwi, berjanjilah untuk memberikan yang terbaik untuk Indonesia tercinta," serunya.

Sementara, Rektor UMM Fauzan menyampaikan, para wisudawan telah diasah baik dari sisi skill dan soft skill. Ilmu yang diterima hendaknya dapat menjadikan mereka mampu memainkan peran di masyarakat dan berkompetisi. "Jadikan ini sebagai bekal awal untuk berkompetisi di tengah-tengah persaingan global," tegasnya.

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar perhelatan Wisuda ke-89 Periode III tahun 2018 pada Sabtu (25/8). Sebanyak 2.153 wisudawan yang terdiri dari lulusan Diploma III, Sarjana Strata I, Sarjana Strata II, Doktor Strata III dan Program Profesi. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini