Mentan Pastikan Bantuan Pangan Korban Banjir Sumbar Tersalurkan Cepat dan Tepat

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan penyaluran bantuan pangan bagi korban banjir di Sumatera Barat dilakukan secara cepat dan terukur, menjamin kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mentan Pastikan Bantuan Pangan Korban Banjir Sumbar Tersalurkan Cepat dan Tepat
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah telah menyalurkan bantuan pangan untuk korban banjir Sumbar dan wilayah terdampak lainnya secara cepat, memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. (AntaraNews)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah dalam menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat yang terdampak banjir di Sumatera Barat (Sumbar). Penyaluran ini dilakukan secara cepat dan terukur untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat.

Pernyataan tersebut disampaikan Mentan Amran saat membuka Kongres VII Ikatan Keluarga Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) secara daring pada Sabtu (29/11). Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) telah bergerak sigap memberikan dukungan pangan serta bantuan strategis lainnya guna mempercepat proses pemulihan daerah.

Langkah cepat ini merupakan respons atas bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Barat, serta beberapa wilayah lain seperti Sumatera Utara dan Aceh. Kementan bersama lembaga terkait berupaya keras memastikan bantuan esensial sampai kepada mereka yang membutuhkan tanpa hambatan.

Kementerian Pertanian telah mengkoordinasikan penyaluran bantuan pangan signifikan ke beberapa provinsi yang dilanda bencana. Fokus utama adalah memastikan ketersediaan pasokan makanan bagi masyarakat yang kehilangan akses akibat banjir dan tanah longsor.

Secara keseluruhan, pemerintah telah menyalurkan bantuan berupa beras dan minyak goreng ke wilayah-wilayah terdampak. Berikut rincian bantuan yang telah didistribusikan:

  • Untuk Aceh: 10.614 ton beras dan 1.954 ton minyak goreng.
  • Untuk Sumatera Utara: 16.894 ton beras dan 3.108 ton minyak goreng.
  • Untuk Sumatera Barat: 6.795 ton beras dan 1.250 ton minyak goreng.

Bantuan pangan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta mendukung pemulihan pasca-bencana secara efektif.

Mentan Amran juga menegaskan bahwa cadangan pangan nasional dalam kondisi sangat aman, memungkinkan pemerintah untuk segera mengeluarkan stok bantuan setelah bencana terjadi. "Ini saudara-saudara kita di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Ada bencana banjir. Pemerintah akan mengirim bantuan. Yang pertama adalah beras dan minyak goreng,” tegasnya.

Selain bantuan pangan darurat, Kementan juga telah menyiapkan dukungan jangka menengah untuk Sumatera Barat. Ini termasuk 6.794 ton cadangan beras untuk dua bulan ke depan, 1.358 kiloliter minyak goreng, dan tambahan 358 ton beras. Selain itu, dukungan benih padi dan jagung juga disiapkan untuk kebutuhan 10.000 hektare lahan tanam.

Tim Kementan telah berada di lapangan untuk membantu masyarakat yang kesulitan, menunjukkan respons cepat pemerintah. "Setiap kali daerah membutuhkan, Kementan selalu siap bekerja cepat. Kesiapsiagaan pangan sangat penting, terutama menghadapi dinamika cuaca dan situasi lapangan," ujar Amran.

Distribusi bantuan pangan ini dilakukan secara terpadu dengan dukungan dari berbagai pihak. Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog, Satgas Pangan, TNI, dan unsur pemerintah daerah berkolaborasi untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat. Mentan Amran juga berencana turun langsung mengecek kondisi di lapangan.

Ketua IKA Universitas Andalas (Unand) Rustian menekankan pentingnya sinergi kuat dalam menghadapi intensitas bencana yang tinggi di Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pangan, dan jaringan alumni perguruan tinggi sangat krusial agar pemulihan pasca-bencana dapat berjalan lebih cepat dan ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi