Mentan Amran Uji Coba Penggunaan B100 ke 50 Kendaraan Dinas

Senin, 15 April 2019 11:40 Reporter : Merdeka
Mentan Amran Uji Coba Penggunaan B100 ke 50 Kendaraan Dinas Mentan Uji Coba Penggunaan B100 ke 50 Kendaraan Dinas. ©Liputan6.com/Septian Deny

Merdeka.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman meluncurkan uji coba penggunaan biodiesel 100 persen CPO (B100) terhadap kendaraan dinas dan traktor di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan). B100 ini merupakan produksi dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementan.

Amran mengatakan, penggunaan B100 ini merupakan yang pertama bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. Kementan sendiri telah melakukan pengembangan B100 sejak 2 tahun lalu.

"Ini kita launching uji coba untuk 50 kendaraan dan traktor. Ini bukan hanya pertama di Indonesia, tetapi juga di dunia," ujar dia di Kantor Kementan, Jakarta, Senin (15/4).

Dia mengungkapkan, uji coba ini sebenarnya bukan pertama kali dilakukan. Sebelumnya, telah ada kendaraan dinas Kementan yang telah menggunakan B100 dengan total jarak tempuh 6.000 km.

"Kita mulai sejak 2 tahun lalu. Indonesia sudah mencoba hingga B20 dan B30. Tapi atas arah Pak Presiden kita lompat ke B100. Kita uji coba dan berhasil pada 10 mobil kita, sudah sampai 6.000 km. Sekarang kita uji coba terhadap 50 mobil dan traktor," kata dia.

Nantinya, uji coba penggunaan B100 untuk 50 kendaraan dan traktor ini dilakukan selama 2 tahun ke depan. Jika berjalan lancar, maka akan mulai diproduksi secara komersial dengan menggandeng BUMN atau swasta.

Menurutnya, penggunaan biodiesel 100 persen CPO (B100) lebih hemat ketimbang menggunakan solar, selain itu jarak tempuh kendaraan yang menggunakan B100 juga lebih jauh. Untuk 1 liter solar rata-rata menempuh jarak 9,6 km. Sedangkan bila menggunakan B100, untuk konsumsi 1 liter bisa menempuh jarak hingga 13,1 km.

"Kalau B100 jangkauannya 13,1 km per liter, solar 1 liter hanya 9,6 km. Jadi bisa hemat energi," jelasnya.

Sementara untuk harga, lanjut dia, untuk 1 liter B100 sekitar Rp 8.000. Sedangkan harga solar saat ini sebesar Rp 9.800 per liter. "Ini nilainya juga lebih murah. Bisa hemat 25 persen-30 persen," kata dia.

Selain lebih hemat, penggunaan B100 juga akan mengurangi dampak dari polusi kendaraan terhadap lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan para petani sawit. Dengan demikian, CPO yang diproduksi di dalam negeri tidak perlu diekspor.

"Ini tidak keluar asap sama sekali, dampaknya bagi lingkungan luar biasa. Selain itu juga akan meningkatkan kesejahteraan petani," tandasnya.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini