Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengakui adanya ketidaksesuaian antara data manifes penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 dengan kondisi faktual di lapangan setelah insiden kebakaran kapal di perairan utara Madura. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kini melakukan verifikasi menyeluruh untuk memastikan jumlah penumpang yang sebenarnya berada di atas kapal.
Dudy mengatakan, informasi yang diterima pemerintah masih beragam sehingga diperlukan pencocokan antara data manifes dan hasil pendataan di lapangan.
"Memang ada simpang siur antara manifes dengan faktual yang ada di lapangan. Jadi informasi yang kami dapatkan, ada penumpang juga yang membatalkan perjalanan, tetapi tidak dilakukan revisi atas manifes. Ini yang harus kami cocokkan kembali agar diketahui jumlah penumpang secara faktual," kata Dudy di Surabaya, Senin (3/8).
Menurutnya, apabila terdapat penumpang yang membatalkan keberangkatan, perubahan tersebut seharusnya dilaporkan kepada otoritas pelabuhan agar data manifes tetap valid.
"Mestinya kalau ada perubahan harus dilaporkan kepada otoritas pelabuhan supaya kita punya data yang pasti dan valid," ujar dia.
Selain itu, Dudy juga menyoroti adanya laporan keluarga yang tidak menemukan nama kerabatnya dalam daftar manifes. Temuan tersebut, kata dia, akan diverifikasi bersama seluruh pihak terkait.
"Nanti harus kita verifikasi. Ini menjadi pelajaran penting juga bagi pengelola atau perusahaan pelayaran bahwa semua yang onboard, siapa pun itu harus ada datanya," tegasnya.
Dudy juga mengungkapkan adanya lima anak yang diketahui berada di atas kapal, namun tidak tercatat secara lengkap dalam manifes.
"Ada lima anak yang tidak tercatat dalam manifes. Mungkin hanya dicantumkan sebagai 'anak'. Ini menjadi bahan evaluasi kami. Mestinya setiap penumpang yang ada di kapal harus tercatat karena berkaitan dengan hak mereka jika terjadi sesuatu, termasuk penyediaan life jacket yang ukurannya berbeda untuk anak-anak," katanya.
Ia menegaskan proses pencarian belum akan dihentikan sebelum seluruh penumpang yang berada di atas kapal dapat dipastikan keberadaannya.
"Kalau memang masih ada yang belum tercatat dalam manifes, kita harus tetap melakukan pencarian. Kita harus memastikan semua yang ada di dalam kapal itu tercatat dan diketahui keberadaannya," ujar Dudy.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit P.H. menyampaikan hingga pembaruan terakhir, sebanyak 234 (sebelumnya disebut 236) korban telah berhasil dievakuasi, terdiri dari 229 orang selamat dan lima korban meninggal dunia.
Jumlah tersebut berbeda dengan data manifes penumpang. Kantor SAR Surabaya menyebut KMP Mutiara Sentosa 2 diperkirakan mengangkut sekitar 250 orang atau person on board (POB).
Proses pencarian, evakuasi, dan pencocokan identitas korban dengan data manifes masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang berhasil teridentifikasi.