KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Menko Luhut bantah impor gas Singapura: Kami tidak bodoh, tidak ingin melacurkan diri

Rabu, 13 September 2017 19:29 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Luhut Panjaitan. Yayuk ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan membantah keras isu yang berkembang di masyarakat terkait wacana impor gas alam cair (LNG) dari Singapura. Dia menegaskan bahwa tidak ada jual beli, melainkan cuma swap (pertukaran).

"Menyangkut LNG, kontraknya itu bukan kontrak jual beli gas. Nggak ada urusan jual beli gas," kata Luhut, di kantornya, Rabu (13/9).

Luhut menjelaskan, Singapura saat ini mempunyai infrastruktur mini yang bisa membawa LNG ke powerplan kecil di Indonesia seperti di Medan. Setidaknya, ada sembilan infrastruktur, namun Luhut baru melihat tiga infrastruktur.

"Sedangkan gasnya, gas kita sendiri. Kalau dalam enam bulan cost nya tidak masuk, ya nggak jadi. Jadi ini masih kajian. Perjanjian itu ada dan tidak ada yang kita langgar. Kami juga enggak bodoh-bodoh amat. Kami tidak ingin melacurkan diri untuk hal seperti itu," tegasnya.

Luhut mengatakan, wacana tersebut telah ada sejak beberapa bulan lalu. Menimbang ongkos pengangkutan dari Indonesia Timur tentunya akan lebih mahal.

"Sebenarnya pikiran sudah datang beberapa bulan lalu untuk gas di Medan. Kalau kita ngambil gas dari Indonesia Timur, cost transportation akan bertambah. Saya berpikir kenapa kita nggak beli dari Timteng kalau lebih murah. Dalam konteks ini PLN coba kajian. Kenapa dilakukan di Singapura, kita dalam rangka 50 tahun Singapura ya kita ingin ada bisnis yang dilakukan. Tapi kalau tidak efisien ya kita tidak jadi," pungkasnya.

Sebelumnya, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Pavilion-Keppel telah menandatangani Head of Agreement (HoA) terkait kerja sama studi logistik dan penyiapan infrastruktur LNG skala kecil. Penandatanganan dilakukan di The Istana Singapura pada pertemuan bilateral pemimpin negara dalam rangka memperingati kerja sama Indonesia Singapura yang ke-50 tahun.

Studi kelayakan dilakukan melalui HoA antara PLN dengan Keppel-Pavilion dengan penawaran agar dapat memanfaatkan lokasi terminal Singapore LNG sebagai lokasi LNG hub. Hal ini mengingat lokasi Singapura yang berdekatan dengan beberapa lokasi pembangkit berbahan bakar gas yang akan dibangun di wilayah Sumatera.

Direktur PLN, Amir Rosidin mengatakan, dalam perjanjian ini sama sekali tidak ada transaksi jual beli LNG dengan Singapura. HoA hanya untuk melakukan studi penyiapan infrastruktur mini LNG dengan tujuan mendapatkan solusi logistik yang paling handal dan efisien.

"Jika nantinya dari hasil studi diperoleh biaya lebih tinggi maka studi akan berakhir tanpa tindak lanjut implementasi," ucap Amir Rosidin dalam keterangannya kepada merdeka.com di Jakarta, Selasa (12/9).

Kesepakatan ini setidaknya berisi tiga kegiatan dan diskusi intensif. Pertama adalah penyusunan studi kelayakan yang lebih mendalam terkait distribusi LNG untuk wilayah Tanjung Pinang dan Natuna. Kedua yaitu pembuatan konsep kerangka kerja untuk mendistribusikan LNG milik PLN dari kontrak eksisting PLN dengan sumber domestik Indonesia ke pembangkit listrik skala kecil di Tanjung Pinang dan Natuna. Selanjutnya yang ketiga yaitu pengembangan infrastruktur LNG skala kecil untuk wilayah Tanjung Pinang dan Natuna yang letaknya berdekatan dengan Singapura

Maka dalam rangka mendukung penurunan BPP yang sedang gencar dilakukan oleh PLN, PLN tertarik untuk melihat apakah pemanfaatan terminal singapura LNG yang akan diajukan oleh Pavilion-Keppel yang memanfaatkan kedekatan lokasi Singapura dengan Sumatera dapat menurunkan BPP di wilayah Sumatera.

Kerjasama dalam HoA ini didasarkan atas asas kesetaraan dan saling menguntungkan kedua belah pihak serta dilakukan selama 6 bulan sejak ditandatangani. Bila hasil studi yang dibuat tidak memberikan manfaat bagi kedua belah pihak untuk proyek ini selama 6 bulan, maka HoA ini tidak dilanjutkan ke tahap-tahap menuju perjanjian sebagaimana diatur oleh regulasi yang berlaku di Indonesia dan khususnya peraturan pengadaan di PT PLN (Persero). [idr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.