Menko Darmin Bilang Fintech Rentan Risiko Pencucian Uang

Rabu, 4 September 2019 11:42 Reporter : Anggun P. Situmorang
Menko Darmin Bilang Fintech Rentan Risiko Pencucian Uang Menko Darmin Nasution Soal Fintech. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan financial technologi atau fintech rentan risiko pencucian uang. Hal tersebut pun menjadi salah satu tantangan pengembangan fintech di Indonesia.

"Indikasi penyalahgunaan data ini sudah banyak, kemudian juga fintech rentan risiko pencucian uang," ujar Menko Darmin di Gedung Dhanapala, Jakarta, Rabu (4/9).

Dengan adanya potensi tersebut, pemerintah berupaya membuat manajemen risiko melalui regulasi pengaturan fintech tanpa menghambat perkembangannya di Indonesia. Dalam hal ini, pemerintah menggandeng Bank Indonesia dan OJK.

"Dukungan pemerintah dan otoritas pengembangan fintech ini menyeimbangkan mitigasi risiko dan membuka ruang inovasi serta memberi pemahaman mengenai landscape dan ekosistem industri ini," jelas Menko Darmin.

Menko Darmin melanjutkan, fintech merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan. Sebab, dengan adanya fintech masyarakat lebih mudah terhubung dengan perbankan dalam rangka membuka rekening dan pemanfaatannya.

"Fintech jauh lebih ampuh dalam mendorong keuangan inklusif, perbankan akan bisa membantu masyarakat membuka rekening," paparnya. [bim]

Baca juga:
BI: Fintech Harus Terkoneksi Bank agar Pengawasan Bisa Berjalan
OJK: 9 Juta Orang Dapat Manfaat dari Fintech Legal, Hanya yang Ilegal Bermasalah
KPPU Endus Indikasi Persaingan Tak Sehat di Industri Fintech
Sri Mulyani Minta Perbankan Turunkan Tarif Komisi
Dorong Inklusi Keuangan, Indonesia Fintech Summit Expo Bidik 50.000 Pengunjung
Goola, Startup Milik Anak Jokowi Dapat Tambahan Modal Rp 71 Miliar
Tiga Bank Telah Minta Izin Kerja Sama dengan Alipay dan WeChat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini