Mengenal PT PANN, BUMN yang Buat Bingung Menteri Sri Mulyani dan Anggota DPR

Senin, 2 Desember 2019 14:17 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Mengenal PT PANN, BUMN yang Buat Bingung Menteri Sri Mulyani dan Anggota DPR Gedung PT PANN. ©2019 pannmf.co.id

Merdeka.com - PT PANN tengah menjadi sorotan karena membuat bingung Menteri Keuangan Sri Mulyani dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Momen lucu itu terjadi ketika Menteri Sri Mulyani memulai membacakan laporan terkait alokasi bantuan pendanaan PMN 2020.

"Saya interupsi, saya ingin tahu PT PANN ini apa Bu? Saya baru denger ini persero PT PANN," ujar Misbakhun memotong penjelasan Menteri Sri Mulyani, di Ruang Rapat Komisi XI, DPR RI, Jakarta, Senin (2/12).

Mendengar pernyataan tersebut, Menteri Sri Mulyani pun juga mengaku baru mendengar dan mengetahui adanya BUMN tersebut. Namun, Bendahara Negara itu mencoba menjelaskan mengenai latar belakang dari PT PANN itu.

"PT PANN ini Pengembangan Armada Niaga Nasional. Saya juga baru dengar sih Pak. Saya juga belum pernah denger ini PT ini," ujar Menteri Sri Mulyani.

Siapa sebetulnya PT PANN ini?

Dikutip dari laman perusahaan, PT PANN dibentuk sejak 16 Mei 1974. Perseroan memiliki visi menjadi perusahaan holding strategis di Indonesia, khususnya di sektor maritim dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi melalui sinergi dengan perusahaan-perusahaan pada sektor tersebut.

Sementara misi perseroan antara lain meningkatkan keunggulan kompetitif dengan skala usaha lebih ekonomis dan efisien di bidang industri maritim. Mendorong tumbuhnya value creation pada semua unit kerja perusahaan.

Menyiapkan dan mengembangkan human capital yang berkualitas, professional dan memiliki integritas tinggi. Melaksanakan sinergi shipping management di seluruh lini dengan prinsip Good Corporate Governance.

PT PANN didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 1974 tentang Penyertaan Modal Negara untuk Pendirian Perusahaan di bidang Pengembangan Armada Komersial Nasional.

Pendirian PT PANN (Persero) juga menjadi mandat Rencana Pembangunan Lima Tahun atau Repelita II. Dokumen Repelita II menyatakan, pemerintah membentuk sebuah BUMN yang bertanggung jawab untuk membiayai dan mengembangkan armada komersial nasional.

PT PANN (Persero) memantapkan strateginya dengan membentuk cross sektoral holding dan spin off sektor usaha strategis yakni usaha pembiayaan kapal, shipping, shipyard, manajemen perkapalan, pialang asuransi kapal sehingga PANN (Persero) berdiri menjadi perusahaan holding.

Pada 8 Agustus 2012, PT PANN (Persero) mendirikan anak usaha PT PANN Pembiayaan Maritim yang kemudian dilakukan pemisahan bisnis atau spin off pada tanggal 19 Februari 2013. Dengan demikian, kegiatan bisnis inti perseroan dialihkan kepada anak usaha, sedangkan PT PANN (Persero) ditetapkan sebagai induk perusahaan (holding company).

1 dari 2 halaman

Produk PT PANN

Bidang usaha PT PANN (Persero) yakni pengembangan armada niaga nasional yang meliputi, namun tidak terbatas pada penyediaan dan pengoperasian armada niaga, jasa pengadaan kapal, termasuk perantara pengadaan kapal dan perdagangan di bidang armada niaga.

Jasa lainnya terkait dengan pengembangan armada niaga nasional sebagai berikut:
- Jasa-jasa teknis dalam sector maritim;
- Jasa penilaian;
- Studi penelitian;
- Pendidikan;
- Pengembangan;
- Design engineering;
- Jasa teknologi informasi termasuk multimedia;
- Design dan pemrograman piranti lunak;
- Distributor yang berhubungan dengan piranti lunak;
- Konsultasi (kecuali konsultasi bidang hukum dan pajak).

Melakukan penyertaan modal pada perusahaan-perusahaan yang melakukan kegiatan usaha di bidang pelayaran, perawatan dan perbaikan kapal, galangan kapal dan usaha lainnya yang dinilai strategis.

Melakukan usaha-usaha lain yang bersifat menunjang kegiatan pengembangan armada niaga nasional.

Melakukan kegiatan usaha dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya perseroan.

2 dari 2 halaman

Apa yang Bisa Dilakukan PT PANN?

PT PANN dalam setiap kesempatan juga berupaya aktif untuk membantu meyakinkan kalangan perbankan aktif berinvestasi di sektor maritim. Sebagaimana pembiayaan sektor maritim di negara-negara maju yang telah meyakini bahwa:

The most secure and liquid bank financing is ship financing

karena mudah dalam ketika bermasalah dan dapat dilakukan penarikan obyek pembiayaan apabila terjadi permasalahan.

Selain itu, dalam menarik kalangan perbankan membiayai sektor maritim PT PANN (Persero) juga telah menciptakan berbagai pola skema pembiayaan yang dapat meminimalisir resiko investasi di sektor maritim yaitu dengan pola joint financing/risk sharing, buy back option, standby buyer/off-taker untuk galangan kapal dan lain-lain.

[bim]

Baca juga:
Erick Thohir: Pembentukan Anak Usaha BUMN Tak Jelas Akan Saya Setop
Erick Thohir Bakal Ubah Konsep Super Holding BUMN jadi Sub-Holding, Begini Detailnya
Kelucuan Saat BUMN ini Buat Bingung Menteri Sri Mulyani dan Anggota DPR
Pemerintah Suntik Rp 105 T PMN dalam 4 Tahun, Terbesar untuk PLN dan Hutama Karya
Erick Thohir: Pendapatan BUMN Rp210 Triliun, 76 Persennya Disumbang 15 Perusahaan
Pemerintah Alokasikan PMN ke 7 BUMN Rp17,73 T di 2020, ini Besaran Penerimanya
Menteri Sri Mulyani Sayangkan 7 BUMN Masih Rugi Usai Diberikan PMN

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini