PT Bali Turtle Island Development (BTID) secara resmi memulai pembangunan fasilitas marina internasional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Serangan, Denpasar. Proyek strategis ini bertujuan untuk memperkuat sektor pariwisata maritim Indonesia di kancah global.
Inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam percepatan investasi di kawasan tersebut, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur bawah laut yang berstandar internasional. Marina ini diproyeksikan akan menjadi yang pertama di Indonesia yang diakui secara global, menawarkan fasilitas modern bagi kapal wisata.
Pembangunan marina di KEK Kura Kura Bali diharapkan tidak hanya menarik wisatawan berkualitas tinggi, tetapi juga membuka peluang kerja signifikan. Langkah ini juga akan memposisikan Bali sebagai gerbang maritim penting di Asia Pasifik.
Advertisement
Advertisement
Visi dan Dampak Ekonomi Marina KEK Kura Kura Bali
Presiden Komisaris BTID, Tantowi Yahya, menegaskan bahwa pembangunan marina internasional ini menjadi prioritas utama. "Fokus kami dalam beberapa tahun ke depan salah satunya pembangunan marina internasional sebagai bagian percepatan investasi di kawasan ini," ujarnya.
Marina ini dirancang untuk memiliki kapasitas hingga 146 kapal wisata (yachts), menjadikannya fasilitas berstandar global pertama di Indonesia. Kehadiran marina ini diharapkan mampu menarik wisatawan dengan kapal mewah, sekaligus menciptakan ribuan lapangan kerja baru.
BTID memproyeksikan bahwa KEK Kura Kura Bali akan mampu mendatangkan tambahan 1,6 juta turis setiap tahunnya. Selain itu, proyek ini juga diperkirakan akan menyerap sekitar 50 ribu tenaga kerja, memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian lokal dan nasional.
Advertisement
Pengembangan ini juga bertujuan untuk memperkuat posisi Bali sebagai gerbang maritim Asia Pasifik. Hal ini sejalan dengan visi besar Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia, memanfaatkan potensi geografis dan kelautan yang dimiliki.
Advertisement
Pendekatan Regeneratif dan Mitigasi Lingkungan
Sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Kura Kura Bali, BTID saat ini fokus pada pengerjaan infrastruktur bawah laut. Proses ini mencakup pengendalian kekeruhan air menggunakan tirai pembatas sementara, sesuai dengan izin dan regulasi lingkungan yang berlaku.
Langkah mitigasi dampak lingkungan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan selaras dengan kelestarian alam. Pendekatan ini merupakan bagian integral dari komitmen BTID terhadap pembangunan berkelanjutan di kawasan tersebut.
Pengembangan KEK seluas 498 hektare ini dilakukan dengan berpijak pada budaya Bali, melibatkan masyarakat lokal, serta memastikan terjaganya lingkungan laut dan darat. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan investasi yang diharapkan terjadi di KEK Kura Kura Bali.
Advertisement
Tantowi Yahya menambahkan bahwa pendekatan ini sejalan dengan konsep destinasi pariwisata regeneratif yang didorong pemerintah. "Wisatawan diharapkan memberi dampak positif dan meninggalkan destinasi wisata menjadi lebih baik dibandingkan saat mereka tiba," jelasnya, menekankan pentingnya kontribusi positif dari setiap pengunjung.
Advertisement
Dukungan Pemerintah dan Fasilitas Pendukung Lainnya
Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, telah mengunjungi kawasan KEK Kura Kura Bali dan menyatakan dukungannya. Beliau mengapresiasi pengembangan ini sebagai prototipe destinasi pariwisata regeneratif yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
"Kami baru pertama kali ke sini, luar biasa bagus sekali. Bangunan ini (UID Bali Campus) adalah bukti nyata implementasi SDGs," ucapnya saat kunjungan. Beliau juga berharap marina ini dapat menghadirkan wisatawan yang berkualitas.
Selain fasilitas marina, KEK Kura Kura Bali juga sedang dalam tahap konstruksi untuk kawasan ritel. Rencana pengembangan lebih lanjut mencakup pembangunan hunian vila eksklusif dan Sekolah ACS Bali.
Advertisement
Sekolah ACS Bali sendiri dijadwalkan akan mulai menerima pelajar sejak Juli 2025, melengkapi fasilitas yang ada di KEK Kura Kura Bali. Keberadaan berbagai fasilitas ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang terintegrasi dan menarik bagi investor serta wisatawan.
Sumber: AntaraNews