Mahkota Raja Made In Boyolali tembus pasar Belanda
Merdeka.com - Kerajinan ekonomi kreatif berupa mahkota raja atau 'kuluk manten' yang diproduksi pengrajin Desa Sambon, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mampu menembus konsumen mancanegara.
Seorang perajin 'kuluk manten', Heri Sanjoyo (55) mengatakan, usaha kerajinan yang ditekuni sejak 1974 kini mampu menembus konsumen luar negeri antara lain Thailand, Suriname, dan Belanda, Dia mengatakan, 'kuluk manten' yang berbentuk bundar tersebut kombinasi antara bahan baku kertas karton dengan kain kantun serta asesoris lainnya mulai diminati konsumen luar negeri.
Selain itu, kata Heri, pelanggan dari pasar lokal di Indonesia pada musim hajatan ini, juga cukup ramai. Pelanggan lokal mulai datang dari Semarang, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Menurut dia, permintaan kerajinan 'kuluk manten' pada musim hajatan saat ini rata-rata mencapai 200 buah per bulan atau meningkat 100 persen dibanding bulan sebelumnya.
Heri yang dibantu tiga tenaga kerja memiliki kemampuan produksi rata-rata 200 buah per bulan dengan kualitas bagus, sedangkan 500 buah per bulan untuk kualitas kedua (kasar).
"Saya rata-rata mampu memproduksi 'kuluk' sekitar 400 buah per bulan," katanya seperti ditulis Antara, Sabtu (30/7).
Menurut dia, kerajinan mahkota raja tersebut dijual bervariasi mulai yang paling murah Rp 9.000 per buah hingga paling mahal Rp 225 ribu per buah.
"Kami selain mampu memproduksi 'kuluk manten' Keraton Surakarta, Yogyakarta, dan juga Thailand. Bisnis ini cukup menjanjikan," kata Heri.
Menurut dia, omzet kotor 'kuluk manten' atau mahkota raja tersebut antara Rp 5 juta hingga Rp 6,5 juta per bulan.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya