Libur Lebaran, Garuda Indonesia tambah frekuensi penerbangan

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Pahala Mansury mengatakan, untuk mencukupi kebutuhan peak season Garuda Indonesia jelang Lebaran 2018 mendatang pihaknya akan menambah jumlah frekuensi penerbangan menjadi 768.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Libur Lebaran, Garuda Indonesia tambah frekuensi penerbangan
Garuda Indonesia. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Pahala Mansury mengatakan, untuk mencukupi kebutuhan peak season Garuda Indonesia jelang Lebaran 2018 mendatang pihaknya akan menambah jumlah frekuensi penerbangan menjadi 768. Jumlah tersebut tercatat lebih banyak dibandingkan periode yang sama Lebaran sebelumnya yakni hanya mencapai 604.

Pahala mengatakan, penambahan jumlah frekuensi yang lebih banyak itu mengingat jadwal libur Lebaran tahun ini yang sangat panjang. Oleh karena itu, Garuda Indonesia menetapkan masa peak season mulai 8 Juni sampai 24 Juni 2018.

"Kapasitas frekuensi kita 768 baik dilakukan Garuda Indonesia ataupun Citilink. Bagian sepertiga Garuda dan kurang lebih 100.000 tempat dilakukan Citilink karena penerbangan berjadwal Citilink lebih kecil dibandingkan Garuda," ungkap Pahala di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (28/5).

Pahala mengatakan, apabila melihat dari tambahan jumlah frekuensi penerbangan selama peak season, rute penerbangan ke Padang paling banyak. "Banyak yang ke padang sebanyak 44 frekuensi. Lainnya penerbangan banyak juga ke Denpasar, Singapura, Jogja, Semarang itu cukup besar," jelasnya.

Rekomendasi