Kejenuhan kerap kali menjadi alasan pengunduran diri atau resign seseorang dari tempat kerja. Apalagi, ketika Anda berkutat dalam pekerjaan yang sama untuk sekian tahun, wajar bagi Anda mengalami keletihan kreativitas dan/atau ketidakpuasan pribadi.
Kepenatan akan dengan mudah dikenali. Kalau sudah begini, pergi bekerja adalah kegiatan yang sangat sulit karena sudah merasa tidak nyaman.
Selain itu, ada juga kasus seseorang ternyata tidak nyaman dengan rekan-rekan kerja di kantor. Dengan kata lain, Anda harus menghindari mereka setiap bekerja.
Dalam situasi tertentu, seseorang lebih memilih berpindah kerja daripada bertahan di bekas tempat kerjanya dengan terpaksa.
Kalau Anda berniat mau resign, hindari penyesalan di kemudian hari. Dilansir dari Swara Tunaiku, berikut cara yang tepat untuk mengatasinya:
Reporter: Fitriana Monica Sari
Sumber: Liputan6
Advertisement
Berdiskusi Dengan Rekan Kerja Profesional
Ketika Anda curhat dengan rekan kerja dengan pengalaman sama, hasilnya mungkin tidak akan membawa perubahan baik lebih lanjut. Alih-alih dapat solusi, bisa jadi malah dapat masalah baru dan bisa bikin Anda patah semangat.
Diakui atau tidak, berdiskusi dengan rekan kerja yang lebih profesional itu lebih profitable dan berdampak baik untukmu.
Advertisement
Gali Informasi Sebanyak Mungkin
Berdiskusi dengan orang yang sudah resign juga sangat diperlukan. Soalnya, dibandingkan dengan desas-desus selama ini, toh banyak yang tampak bahagia setelah resign.Daripada buang-buang waktu berdiskusi tentang resign dengan rekan kerja yang sama-sama pusing, kan lebih baik diskusi dengan yang sudah pernah menjalani hidup usai resign.Semacam ada action yang lebih bisa mematangkan pribadimu. Ada banyak hal serta informasi yang bisa Anda gali lewat pembicaraan tersebut.Keputusan yang diambil pun lebih jernih dan tidak gegabah. Soalnya ada yang buru-buru resign, tapi rupanya tidak bisa survive begitu menapaki jalan baru usai resign.
Advertisement
Move On dan Cari Peluang Baru
Meskipun setelah resign Anda belum dapat pekerjaan, bukan berarti dunia ini langsung berakhir. Ketika Anda resign, maka Anda dihadapkan dengan posisi yang sama persis dengan dulu saat belum dapat pekerjaan sama sekali. Cara terbaik untuk move on adalah dengan aktif mencari pekerjaan baru yang lebih potensial.Secara hitungan kasar, bukankah semakin banyak melamar, semakin cepat peluang bekerja terbuka? Kalau Anda sudah punya semacam desain bisnis sendiri, coba terapkan langsung. Asalkan Anda punya passion serta orientasi yang tidak muluk-muluk mengejar untung, pasti bisnis apa pun bisa jalan.
Advertisement
Cari Sisi Positif dari Pekerjaan Baru
Diakui atau tidak, ketika bekerja di tempat baru, Anda wajib menyesuaikan dengan iklim yang ada. Mungkin pada awalnya akan merasa bahwa pekerjaan lama lebih baik. Tapi kalau dicermati, bukankah ketika dulu awal bekerja juga merasakan hal yang sama? Oleh karena itu, carilah sisi positif agar Anda bisa bertahan dan berkembang dari hari ke hari.Mungkin gaji yang Anda dapatkan tidak sebesar sebelumnya. Mungkin juga memiliki beban kerja yang sama. Daripada capai-capai menyesal, bukankah lebih baik berpikir positif?Pekerjaan yang santai cenderung disukai oleh banyak orang. Apa Anda salah satunya? Asalkan pandai-pandai dalam mengorganisir waktu yang ada, pasti semua berjalan lancar.
Advertisement
Lakukan Hal-hal yang Tidak Bisa Dilakukan Sebelumnya
Setelah resign, kadangkala ingin kembali ke pekerjaan sebelumnya. Mungkin karena sudah telanjur mencecap fasilitas yang ditawarkan perusahaan. Tapi, coba deh dipikir kembali.Coba untuk move on dan mencetak zona nyaman yang baru. Salah satunya dengan melakukan hal yang sebelumnya tidak bisa dilakukan akibat terkendala oleh pekerjaan.Misalkan di pekerjaan yang dulu itu memiliki jam kerja yang padat. Alhasil, ketika pulang kerja, badan capai dan lekas letih. Keinginan untuk me-refresh tubuh yang tinggi tidak tersalurkan.Sedangkan di pekerjaan baru, Anda masih bisa bebas jalan-jalan usai jam kerja berakhir. Kalau ditimbang-timbang, bukankah lebih baik pilihan yang kedua?Jika sekarang kata 'resign' hadir di benakmu, cobalah untuk memandang segala sesuatunya dengan jernih. Jangan sampai ketika sudah resign, ada semacam penyesalan. Percayalah, bahwa usaha yang Anda lakukan dengan sungguh-sungguh, pasti akan berbuah hasil. Jangan lupa berdoa agar pikiran dan hatimu senantiasa jernih.
Â