KOTRA jadi pintu masuk perusahaan Korea yang berinvestasi di Indonesia

Sabtu, 30 Desember 2017 09:49 Reporter : Stella Maris Mandala Putri
KOTRA jadi pintu masuk perusahaan Korea yang berinvestasi di Indonesia Direktur KOTRA Kim Byungsam. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Korea Selatan merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia. Perusahaan-perusahaan Korea itu bisa berinvestasi ke Indonesia, tak lepas dari bantuan promosi yang dilakukan KOTRA (Korea Trade-Investment Promotion Agency).

KOTRA merupakan badan promosi perdagangan investasi di bawah naungan Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea. Perannya membantu perusahaan-perusahaan Korea yang akan berinvestasi di Indonesia.

Di Korea, KOTRA berdiri sejak 1964 dan dua tahun kemudian membuka kantor perwakilan di Indonesia, tepatnya di Jakarta menyusul Surabaya. Meski saat itu baru berdiri, namun KOTRA sudah melihat potensi Indonesia.

"Indonesia memiliki potensi mulai dari tenaga kerja sampai sumber daya alam (SDA) yang besar. KOTRA melihat Indonesia merupakan salah satu pasar penting untuk berinvestasi. Kami juga ingin memajukan Indonesia" kata Direktur KOTRA, Kim Byungsam dalam konferensi persnya di Jakarta, Jumat 29 Desember 2017.

Sejak KOTRA berdiri di Tanah Air dan hingga saat ini, sudah ada sekitar 2.200 perusahaan Korea yang berinvestasi di Indonesia. Kim Byungsam mengungkapkan, ribuan perusahaan itu bergerak di berbagai bidang, mulai dari manufaktur, distributor, dan perbankan.

Peran KOTRA cukup diperhitungkan karena badan promosi Korea ini lebih dulu memberi gambaran pada para calon investor tentang situasi perekonomian di Indonesia. Dengan begitu, para calon investor bisa memegang modal apa saja yang dibutuhkan untuk berinvestasi.

"Selain itu kami juga memberitahu prosedur investasi di Indonesia dan pihak mana saja yang harus dihubungi. Meski membantu promosi, tapi KOTRA tak mengambil keuntungan materi dari investor, karena kami adalah badan non profit," jelas Kim Byungsam.

Kurang Daya Tarik
Kim Byungsam mengatakan meski memiliki potensi yang besar, namun Indonesia masih memiliki nilai minus. Salah satunya terkait insentif atau keuntungan yang diberikan untuk investor.

Berbeda dengan negara lain yang memberikan insentif bagi para investor asing. Pemerintah Indonesia memperlakukan para investor asing sama seperti perusahaan dalam negeri.

Selain itu juga terkait dengan prosedur perizinan tinggal para investor asing seperti KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) yang harus diperbarui setiap setahun sekali dan pemeriksaan imigrasi yang tiba-tiba.

Hal tersebut ternyata dinilai memengaruhi calon investor urung mendirikan perusahaan atau menanamkan modal di Indonesia.

Mengenai kesulitan-kesulitan yang dihadapi para investor asing ini, KOTRA berharap pemerintah Indonesia bisa lebih memperhatikan hal tersebut dan membuat kebijakan yang memudahkan para investor dan para pengusaha asing untuk berbisnis di Indonesia. [RWP]

Topik berita Terkait:
  1. Korea Selatan
  2. Investasi
  3. Bisnis
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini