Klinik terapung milik Freeport dan Pemda dipamerkan di FEII 2017

Jumat, 21 Juli 2017 11:20 Reporter : Idris Rusadi Putra
Klinik terapung milik Freeport dan Pemda dipamerkan di FEII 2017 Klinik terapung milik Pemda dan Freeport. Istimew ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Pelayanan klinik terapung kemitraan Pemda Mimika, Provinsi papua dengan PT Freeport Indonesia ikut dipamerkan dalam acara diskusi Forum & Expo Inovasi Indonesia (FEII 2017) di Jakarta. Acara ini diselenggarakan 19-21 Juli 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Dalam acara ini dipaparkan bahwa kemitraan pemerintah daerah dan mitra kerja memiliki peran penting sebagai pembuat kebijakan dan memimpin pelaksanaan SDGs (Sustainable Development Goals) serta praktik-praktik inovatif di tingkat lokal. FEII 2017 diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi yang dapat mendorong meluasnya praktik inovatif di daerah.

SDGs sebagai kelanjutan Millenium Development Goals (MDGs) merupakan program bersama pemerintah yang dibantu bersama-sama oleh pihak swasta dan lembaga swadaya masyarakat dalam upaya menurunkan angka kemiskinan, memberikan ruang kepada pekerja perempuan untuk berkontribusi, penyediaan air minum serta menuntaskan kekurangan gizi pada anak.

"Kegiatan ini membawa pesan, ada kesepakatan negara-negara PBB untuk mengentaskan kemiskinan secara tuntas. Bisa dikatakan program lanjutan dari MDG's yang masih menyisakan pekerjaan," kata Dewan Pembina Yayasan Inovasi Pemerintah Daerah, Erna Witoelar yang juga salah satu penyelenggara FEII 2017.

Dikatakannya, SDG's juga bertujuan menyelesaikan masalah dampak sosial ekonomi yang timbul dari pembangunan. Salah satu ciri dari program tersebut adalah keterpaduan.

"Dulu dalam program MDG's yang disasar untuk melakukannya adalah pemerintah. Kini semua pihak akan dilibatkan dalam pembangunan berkelanjutan," ujar mantan Menteri Pemukiman dan Pengembangan Wilayah ini.

Menurutnya, semua pihak termasuk pihak swasta yang selama ini memberikan CSR akan ikut dilibatkan. Begitu juga dengan LSM.

Mantan Duta Besar Khusus PBB untuk MDGs Asia Pasifik ini mengapresiasi perusahaan-perusahaan seperti Freeport yang menyasar sektor kesehatan dengan memberikan langsung kepada masyarakat Papua dengan bekerjasama bermitra dengan dinas kesehatan setempat.

Dalam salah satu sesi diskusi inovasi kemitraan perusahaan dengan pemerintah daerah, Manager Corporate Communication PT Freeport Indonesia Kerry Yarangga memaparkan, salah satu bentuk dukungan mereka di sektor kesehatan adalah inovasi pelayanan klinik terapung, yang memberikan frekuensi layanan terjadwal dan akses layanan kesehatan dasar yang lengkap termasuk untuk bedah minor.

"Kami juga bermitra dengan pemerintah daerah dalam mendukung mobilisasi transportasi udara bagi pasien darurat medis."

Klinik terapung itu berupa kapal berukuran 17 X 5 meter, berkapasitas 13 penumpang. Kapal dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti 3 ruang tidur, ruang pemeriksaan, ruang observasi atau trauma, area laboratorium mini, dan ruang obat.

Kerry memaparkan, alat-alat medis yang tersedia di klinik terapung mencakup alat penunjang diagnostik, seperti alat rekam jantung dan mesin pemeriksaan darah lengkap, alat medis penanganan kegawatdaruratan seperti alat resusitasi, alat pacu jantung, dan konsentrator oksigen. Klinik terapung ini juga dilengkapi alat medis bedah minor, serta alat medis pemeriksaan ibu hamil dan melahirkan.

Staf Ahli Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Saiful Taqim mengaku terbantu dengan adanya inovasi dukungan akses pesisir laut dan udara. Sebab, Pemda kesulitan mengakses Puskesmas di pegunungan. "Dalam kemitraan dengan Freeport, kami dibantu dalam mengatasi keterbatasan sumber daya."

Hal lain yang juga membanggakan menurut Saiful, adalah dengan kemitraan ini pihaknya berhasil menurunkan secara signifikan kasus malaria di Timika sebesar 70 persen, dan memiliki klinik penanganan tuberkolasis (TB) terbaik di Papua dan diatas standar WHO. [idr]

Baca juga:
Tetap berpegang pada KK, Freeport dinilai tak mau rugi
Pakar: Investor tambang butuh kepastian kestabilan investasi
Pemerintah sepakat perpanjang kontrak Freeport hingga 2031
Jonan soal negosiasi Freeport: Perundingannya tidak sulit-sulit amat

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Freeport
  3. Ekonomi Indonesia
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini