Kisah BRI Jadi Bank Pertama Danai Produksi Alutsista Buatan Anak Bangsa

Selasa, 8 Oktober 2019 17:59 Reporter : Merdeka
Kisah BRI Jadi Bank Pertama Danai Produksi Alutsista Buatan Anak Bangsa Jokowi naik panser Anoa. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) tercatat sebagai lembaga perbankan nasional pertama yang membiayai industri alat utama sistem persenjataan (alutsista). Dalam perjalanannya, ternyata BRI sempat mengalami beragam kendala.

Mantan Direktur Utama BRI Asmawi Syam menceritakan kisah dirinya memimpin BRI dalam peluncuran buku Leadership in Practice: Apa Kata Asmawi Syam di Jakarta, Selasa (8/10). Saat itu, PT Pindad sebagai perusahaan alutsista yang sudah ada sejak era kolonial Belanda, membuat prototype kendaraan lapis baja, Panser Anoa.

"Kok, tidak dilanjutkan? Lalu Pak Jusuf Kalla yang mengetahui hal itu bertanya kepada dirut PT Pindad Budi Santoso. Jawabannya, belum ada pesanan termasuk dari Kementerian Pertahanan," ungkap Asmawi.

Jusuf Kalla, lanjut Asmawi, menanyakan kenapa sampai Kementerian Pertahanan tidak memesan. Rupanya, karena Pindad belum memiliki modal yang cukup dan dinilai belum bisa memenuhi standar militer seperti produk luar negeri.

Akhirnya, timbul rencana BRI untuk membiayai Pindad. Namun, hal tersebut terbentur aturan bahwa bank tidak boleh membiayai alat perang. Oleh karenanya, sempat ada polemik ketika BRI akan masuk membiayai produksi pertama Panser Anoa APS-3 6x6 karena disebut-sebut bisa melanggar regulasi.

"Terus saya berpikir, kalau bank asing saja bisa membiayai, kenapa bank nasional tidak? Akhirnya saya putar balik logikanya, pembiayaan alutsista bukan sebagai alat perang, tapi sebagai alat pertahanan," tuturnya.

Berkat langkah tersebut, kini perbankan lain mulai mengikuti jejak BRI untuk membiayai industri alutsista. Hal ini, kata Asmawi, adalah salah satu terobosan yang dilakukannya selama menjabat jadi bos BRI. "Seorang bankir harus jeli melihat peluang, agar tidak gampang menyerah saat melihat regulasi yang menghadang di depan," demikian tertulis salah satu kutipan dari bukunya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6 [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini