Kemenperin Pastikan 2.993 Lulusan Vokasi Siap Perkuat Industri RI, Dukung Indonesia Emas 2045

Kementerian Perindustrian meluluskan 2.993 tenaga vokasi yang siap memperkuat industri nasional. Ini menjadi momentum penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan SDM unggul.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemenperin Pastikan 2.993 Lulusan Vokasi Siap Perkuat Industri RI, Dukung Indonesia Emas 2045
Kementerian Perindustrian meluluskan 2.993 tenaga vokasi yang siap memperkuat industri nasional. Ini menjadi momentum penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan SDM unggul. (AntaraNews)

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa ribuan lulusan dari institusi pendidikan vokasi binaannya kini siap untuk berkontribusi aktif dalam memperkuat sektor industri di Indonesia. Sebanyak 2.993 lulusan dari 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK vokasi telah diwisuda serentak pada Kamis, 27 November.

Acara wisuda akbar ini turut disertai dengan pengukuhan dua guru besar baru, bertempat di Politeknik AKA Bogor. Momentum ini menandai komitmen kuat Kemenperin dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan di Jakarta bahwa keberhasilan meluluskan tenaga vokasi ini adalah langkah krusial. Ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing manufaktur nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa pencapaian visi Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Pembangunan fisik dan investasi saja tidak cukup tanpa SDM unggul yang menguasai teknologi masa depan.

Ia menambahkan, "Visi Indonesia Emas 2045 tidak dapat diwujudkan hanya dengan membangun fisik atau menarik investasi. Pondasinya adalah SDM unggul yang menguasai teknologi masa depan, memahami proses industri modern, dan mampu beradaptasi dengan perubahan global yang begitu cepat.” Pernyataan ini disampaikan dalam upaya memperkuat daya saing manufaktur nasional.

Indonesia saat ini berada dalam periode bonus demografi, dengan lebih dari 218 juta penduduk usia produktif. Menperin menegaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk mengakselerasi industrialisasi dan memperluas lapangan kerja.

Penguatan pendidikan vokasi menjadi strategi utama pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini juga selaras dengan Astacita pemerintah, yang menempatkan pembangunan manusia unggul sebagai agenda strategis nasional.

Kemenperin telah merumuskan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) sebagai kerangka kerja pembangunan industri ke depan. Strategi ini mencakup empat arah utama untuk transformasi industri yang berkelanjutan dan inklusif.

Arah tersebut meliputi peningkatan nilai tambah melalui industrialisasi, pembangunan industri yang lebih hijau, percepatan penerapan teknologi digital, serta industri yang inklusif. Tujuannya agar manfaat industrialisasi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Di hadapan para wisudawan, Menperin Agus Gumiwang juga menyampaikan pesan penting. Ia mendorong lulusan untuk menjaga integritas, memperkuat karakter, dan terus meningkatkan kompetensi sebagai kunci sukses di dunia kerja.

Para lulusan diharapkan tidak berhenti belajar, mampu beradaptasi dengan perubahan, membangun jejaring, dan memberikan kontribusi nyata. Kontribusi ini penting baik di dalam negeri maupun di kancah global demi kemajuan bangsa.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Doddy Rahadi, mengungkapkan data positif terkait penyerapan lulusan. Dari total 2.993 lulusan tahun ini, sebanyak 49,28 persen telah berhasil terserap industri, melanjutkan studi, atau memulai usaha mandiri.

Keberhasilan ini semakin diperkuat dengan fakta bahwa 151 lulusan Program Setara Diploma 1, yang merupakan hasil kerja sama dengan industri, seluruhnya telah bekerja. Ini menunjukkan peningkatan kepercayaan sektor industri terhadap kualitas pendidikan vokasi Kemenperin.

BPSDMI terus berupaya mendorong transformasi kelembagaan dengan memperluas status Badan Layanan Umum (BLU) bagi politeknik di bawah Kemenperin. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan akreditasi nasional dan internasional.

Transformasi ini memastikan lembaga pendidikan vokasi memiliki tata kelola yang unggul, fleksibel, dan mampu bersaing di tingkat global. Hal ini penting untuk menghasilkan SDM industri yang adaptif dan berdaya saing tinggi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi