Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemenkop: Hanya 20 Persen UMKM Tutup Usaha di Rentang Maret-September 2021

Kemenkop: Hanya 20 Persen UMKM Tutup Usaha di Rentang Maret-September 2021 UMKM. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Hasil survei BRI periode Maret-September 2021 mencatat bahwa hanya 20 persen UMKM yang menyatakan usahanya pernah tutup. Kondisi tersebut lebih baik dibanding awal pandemi atau 2020, di mana UMKM yang tutup usahanya mencapai 50 persen.

"Memang ada yang sekarang tutup, tapi kemudian terus melanjutkan usahanya karena sesuatu hal dinamika UMKM," kata Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi Usaha Kecil Menengah, Eddy Satriya dalam webinar Mikro Forum – Forwada ‘Bagaimana G20 Perkuat UMKM dan Sendi-sendi Ekonomi Terpenting Pasca Pandemi’, Kamis (24/2).

Melihat kondisi tersebut, pemerintah menaruh perhatian dengan menyalurkan bantuan melalui prgram PEN untuk seluruh sektor, termasuk UMKM dan korporasi. Tak hanya itu, pemerintah secara langsung juga menyalurkan banyak insentif kepada masyarakat sebagai modal kerja sekaligus meningkatkan daya beli.

"Dari sini pentingnya kebangkitan ekonomi kita, bagaimanapun upaya kita terus-menerus untuk membantu UMKM ini dapat kita lakukan, mengingat pentingnya peran UMKM kita di era pandemi," ucapnya.

Kata Eddy, hal itu sejalan dengan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu meski dihadapkan dengan situasi sulit pandemi covid-19, namun semua pihak harus tetap berdampingan menjaga kesehatan dan ekonomi.

"Walaupun sekarang omicron dan juga beberapa varian mungkin nanti masih ada, tapi Alhamdulillah sebagian besar dari kita (UMKM) survive. Mudah-mudahan tidak tumbang ataupun jadi korban covid-19 ke depan, sehingga usaha-usaha kita khususnya UMKM di era kebangkitan dan masyarakat Internasional terhadap G20 bisa dimaksimalkan," ungkapnya.

Di samping itu, Indonesia patut bersyukur karena di tahun 2021 perekonomian mampu tumbuh 3,69 persen. Di mana sekitar 60 persennya dikontribusi oleh UMKM. Artinya peran UMKM sangat penting dalam membangkitkan perekonomian di tanah air.

"UMKM berkontribusi kepada 96-97 persen penyerapan tenaga kerja. Dalam hal kebangkitan ekonomi kita memang Alhamdulillah kita bersyukur bisa positif kembali, ini tentu saja tidak terlepas dari peran pelaku usaha mulai dari ultra mikro, mikro, kecil, menengah dan sampai besar," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP