Kemenhub Pastikan Operasional Garuda Indonesia Tidak Terganggu Meski Bosnya Dipecat

Minggu, 8 Desember 2019 15:10 Reporter : Dwi Aditya Putra
Kemenhub Pastikan Operasional Garuda Indonesia Tidak Terganggu Meski Bosnya Dipecat Garuda Indonesia. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan bahwa seluruh operasional penerbangan maskapai Garuda Indonesia tidak akan terganggu, pasca perombakan direksi di tubuh perusahaan plat merah tersebut. Sebab, masih ada Key Personel yang menangani operasional penerbangan.

"Operasional penerbangan maskapai penerbangan Garuda Indonesia tidak akan terganggu. Apalagi telah ditunjuk pelaksana tugas sebagai penanggung jawab dalam organisasi yang mengoordinasikan semua aspek baik manajemen, operasi, teknik dan keamanan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti di Jakarta, Minggu (8/12).

Sesuai ketentuan KM 25/2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara dan CASR 121.59 maka sudah tentu diwajibkan adanya accountable person yang memegang kendali penuh terhadap suatu organisasi yang berkaitan dgn fungsi operasi, teknik, keselamatan dan pelayanan.

Di samping itu, langkah penunjukan Pelaksana tugas (Plt) dimungkinkan ketika suatu perusahaan belum memiliki direktur utama yang definitif untuk sementara dapat menunjuk Plt dengan catatan hanya selama 7 hari, dan berikutnya sudah ada pejabat definitif dan sudah memenuhi persyaratan terkait dan telah dievaluasi oleh ditjen Hubud.

"Dirut definitif yang ditunjuk oleh pemegang saham dan setelah itu dilakukan update terhadap lampiran izin usaha angkutan udara serta list of key person (ACL/Authorization, Condition & limition) kepada Kementerian Perhubungan" jelas Polana

Lebih lanjut Polana memastikan bahwa, Ditjen Hubud akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan kepada seluruh Bandan Usaha Angkutan Udara (BUAU) sesuai dengan undang-undang yang berlaku untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan.

1 dari 1 halaman

Minta Karyawan Tetap Berikan Pelayanan

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir bersama Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia meminta para karyawan tetap melakukan layanan yang terbaik kepada para pengguna jasa penerbangan meski kemungkinan terpengaruh oleh kasus penyelundupan motor Harley Davidson. Hal tersebut agar pelayanan tetap berjalan normal.

"Seluruh karyawan Garuda di manapun berada, diminta untuk menjalankan tugas seperti biasa," ujar Komisaris Utama Garuda Indonesia Sahala Lumban Gaol di Kementerian BUMN, Jakarta, Sabtu (7/12).

Permintaan untuk melaksanakan tugas dalam rangka pelayanan dan menjaga nama baik Garuda serta bangsa Indonesia ini merupakan salah satu hasil dari pertemuan Menteri BUMN-Dewan Komisaris Garuda.

Poin penting lainnya dalam pertemuan itu adalah keputusan untuk memberhentikan sementara direksi Garuda yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam kasus penyelundupan tersebut.

Sahala mengharapkan operasional Garuda tidak akan terganggu dan berlangsung normal seperti biasa karena kegiatan sehari-hari akan diemban oleh pelaksana tugas direksi. [idr]

Baca juga:
Viral Sri Mulyani Naik Sepeda Brompton Seharga Rp50 Juta, Ini Penjelasan Kemenkeu
Saran Menhub Budi Sebelum Erick Thohir Pilih Dirut Garuda Indonesia
Soal Penyelundupan Harley Davidson, Garuda Indonesia Dituntut Denda Puluhan Juta
Menteri Erick Segera Tunjuk Plt Direksi Garuda Indonesia
Seluruh Direksi Dicopot, Komisaris Garuda Indonesia Yakinkan Operasional Tetap Normal
Erick Thohir Copot Seluruh Direksi Garuda Indonesia yang Terlibat Harley Selundupan

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini