Kecanggihan 3 Drone Militer Israel, Ada yang Bisa Terbang 36 Jam Non-Stop dan Biaya Produksi Rp97 Miliar

Drone ini digunakan untuk pengintaian strategis, pengawasan berbasis satelit, dan serangan langsung ke target militer bernilai tinggi.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Kecanggihan 3 Drone Militer Israel, Ada yang Bisa Terbang 36 Jam Non-Stop dan Biaya Produksi Rp97 Miliar
Kecanggihan 3 Drone Militer Israel, Ada yang Bisa Terbang 36 Jam Non-Stop dan Biaya Produksi Rp97 Miliar (Merdeka.com)

Drone militer Israel dikenal dengan kecanggihannya yang mendukung berbagai operasi militer. Teknologi ini menjadi salah satu andalan dalam pengintaian dan serangan presisi. Namun demikian, informasi mengenai harga produksi drone-drone ini masih terbatas.

Beberapa model drone militer Israel yang terkenal antara lain Heron TP, Hermes 900, dan IAI Harop. Masing-masing memiliki spesifikasi unik yang mendukung misi militer yang berbeda. Meskipun harga pasti dari beberapa drone ini tidak disebutkan, estimasi untuk drone tertentu dapat memberikan gambaran tentang investasi yang dibutuhkan.

Dalam konteks ini, perbandingan dengan drone Iran seperti Shahed-136 dan Shahed-238 menunjukkan perbedaan signifikan dalam biaya dan teknologi. Hal ini mencerminkan bagaimana kecanggihan teknologi mempengaruhi harga produksi drone militer.

Heron TP adalah drone tempur jarak jauh kelas berat yang memiliki waktu terbang lebih dari 30 jam. Dengan ketinggian jelajah mencapai 45.000 kaki, drone ini memiliki bentang sayap yang besar dan mampu membawa muatan persenjataan berat.

Drone ini digunakan untuk pengintaian strategis, pengawasan berbasis satelit, dan serangan langsung ke target militer bernilai tinggi.

Meskipun harga produksi Heron TP tidak disebutkan, kemampuan dan teknologi yang dimilikinya menjadikannya salah satu drone paling canggih di dunia. Keberadaan drone ini dalam operasi militer Israel menunjukkan komitmen negara tersebut terhadap inovasi teknologi.

Hermes 900, yang diproduksi oleh Elbit Systems, memiliki waktu terbang non-stop hingga 36 jam. Drone ini dilengkapi dengan berbagai sensor, termasuk radar dan kamera elektro-optik, serta sistem komunikasi SATCOM.

Kemampuannya untuk beroperasi dalam cuaca ekstrem menjadikannya pilihan ideal untuk patroli perbatasan dan pengintaian medan tempur.

Harga produksi Hermes 900 diperkirakan sekitar USD 5-6 juta, atau sekitar Rp97 miliar pada tahun 2024. Satu unit drone ini pernah ditembak jatuh oleh Hizbullah di Lebanon pada Juni 2024, yang menunjukkan risiko yang dihadapi dalam operasi militer.

IAI Harop adalah drone kamikaze yang dirancang untuk mengitari wilayah target dan mendeteksi radar musuh secara mandiri.

Dengan waktu terbang hingga 6 jam, drone ini memiliki sistem pengenal target otomatis yang sangat efektif. Meskipun harga produksinya tidak disebutkan, kemampuan serangannya sangat diandalkan dalam misi-misi penting.

Drone Iran seperti Shahed-136 dan Shahed-238 memiliki harga yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan drone Israel. Shahed-136, misalnya, diperkirakan memiliki harga antara USD 20.000 - USD 50.000. Meskipun lebih murah, drone ini memiliki kelemahan dalam hal kecepatan dan presisi, yang membuatnya lebih mudah dideteksi.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa meskipun drone Iran lebih terjangkau, teknologi dan kemampuan yang ditawarkan oleh drone militer Israel memberikan nilai lebih dalam konteks operasi militer yang kompleks.

Rekomendasi