Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengambil langkah proaktif dalam menjaga stabilitas harga pangan. Mereka mengalokasikan hingga 10 ton beras premium bersubsidi dalam Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini dilaksanakan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Inisiatif ini bertujuan untuk menstabilkan harga komoditas pokok di pasaran. Selain itu, GPM juga diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan demikian, warga dapat menjangkau kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan intervensi pemerintah. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat secara signifikan.
Advertisement
Advertisement
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng menjadi solusi konkret. Program ini untuk mengatasi fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan. Yuas Elko menegaskan bahwa melalui GPM, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan pasar.
Selain beras subsidi Kalteng premium, GPM juga menyediakan beragam komoditas lain. Termasuk di dalamnya adalah 1 ton gula konsumsi, 1.000 liter minyak goreng, 500 tray telur ayam ras, serta ratusan kilogram bawang merah dan bawang putih. Berbagai komoditas ini juga mendapatkan subsidi.
Dinas Ketahanan Pangan memberikan subsidi antara Rp2.000 hingga Rp10.000 per item. Hal ini membuat harga jual di GPM jauh lebih rendah dari harga pasar. Sebagai contoh, beras premium 5 kilogram dijual Rp59.000, beras SPHP 5 kilogram Rp58.000, dan gula konsumsi Rp15.000 per kilogram.
Advertisement
Harga komoditas lain juga terjangkau, seperti bawang merah Rp32.000 per kilogram, bawang putih Rp30.000 per kilogram, minyak goreng Fortune 1 liter Rp17.000, telur omega isi 10 butir Rp20.000, dan telur ayam ras satu rak Rp50.000.
Advertisement
Pelaksanaan GPM tidak hanya terpusat di ibu kota provinsi. Program ini juga menjangkau beberapa kabupaten di Kalteng. Kabupaten yang termasuk dalam pelaksanaan GPM adalah Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Seruyan, Sukamara, Katingan, dan Kota Palangka Raya.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng, Agus Candra, menambahkan bahwa kabupaten lainnya akan menyusul dalam bulan yang sama. Kegiatan ini didukung penuh oleh dana APBD provinsi serta Badan Pangan Nasional.
Ketersediaan stok pangan juga menjadi perhatian utama pemerintah. Menurut Agus Candra, stok beras di Kalteng sangat mencukupi. Hasil rapat menunjukkan sekitar 14.706 ton beras tersedia.
Advertisement
Jumlah stok ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan. Ini berdasarkan perhitungan dari Bulog.
Sumber: AntaraNews