Kadin khawatir kebijakan tarif impor Trump buat RI dibanjiri baja China

Di luar itu, Rosan tidak khawatir bahwa China akan melakukan retaliasi atau tindakan balasan terhadap keputusan Trump. Sebab, tindakan balasan dikhawatirkan akan memicu perang dagang. Presiden Trump memantik perang dagang dengan negara-negara asing dengan mulai menerapkan tarif untuk produk impor baja dan aluminium.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Kadin khawatir kebijakan tarif impor Trump buat RI dibanjiri baja China
rosan roeslani. ©2015 kadin-indonesia.or.id

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani, turut mengomentari kebijakan pengenaan bea masuk baja dan aluminium oleh pemerintah Amerika Serikat (AS). Menurut dia, Indonesia berpotensi menjadi sasaran produk baja dan aluminium asing khususnya asal China.

Sebab, China sebagai eksportir terbesar ke AS akan mencari pasar baru untuk produknya. "Tentu dampak ke Indonesia apa. Kalau kita sih steel (baja) takutnya banyak dumping ke kita saja, karena tidak jual ke sana (AS) jadi dampak ke kita," ujarnya di sela-sela acara 'Jakarta Food Security Summit 4', di JCC, Jakarta, Kamis (8/3).

Di luar itu, Rosan tidak khawatir bahwa China akan melakukan retaliasi atau tindakan balasan terhadap keputusan Trump. Sebab, tindakan balasan dikhawatirkan akan memicu perang dagang dunia.

"Kalau saya bicara dengan China tidak ada counter retaliasi lah," ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Trump memantik perang dagang dengan negara-negara asing dengan mulai menerapkan tarif 25 persen untuk produk impor baja dan 10 persen untuk produk alumunium.

Hal itu dilakukan Trump dengan alasan untuk melindungi produk-produk dalam negeri Amerika Serikat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan potensi terjadinya perang dagang apabila pemerintah AS jadi menerapkan tarif pada impor baja dan alumunium.

"Sejarah dunia menunjukkan kalau terjadi perang dagang pasti dampaknya buruk terhadap ekonomi dunia," kata Sri Mulyani.

Dia mengatakan seluruh dunia sedang menantikan kepastian dari rencana yang juga berpotensi membuat negara-negara yang selama ini mempunyai hubungan dagang saling membalas dari sisi tarif.

"Kami lihat saja dulu, dinamika mengenai kebijakan itu sedang diperdebatkan antara Presiden Trump dengan kongres dan senat," ucapnya.

Rekomendasi