Kabar Gembira Petani: HET Pupuk Bersubsidi Turun 20 Persen, Ketua MPR Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah

Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengapresiasi **penurunan HET pupuk bersubsidi** hingga 20 persen, sebuah terobosan yang membawa optimisme baru bagi petani Indonesia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kabar Gembira Petani: HET Pupuk Bersubsidi Turun 20 Persen, Ketua MPR Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah
Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengapresiasi **penurunan HET pupuk bersubsidi** hingga 20 persen, sebuah terobosan yang membawa optimisme baru bagi petani Indonesia. (AntaraNews)

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Apresiasi ini terkait kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang berhasil menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen.

Kebijakan strategis ini diumumkan baru-baru ini dan disambut dengan antusiasme sebagai kabar gembira yang signifikan bagi seluruh petani di Indonesia.

Di Makassar, Sulawesi Selatan, Ahmad Muzani menyatakan bahwa penurunan harga pupuk ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan dan menyenangkan.

Langkah ini juga menumbuhkan optimisme baru di kalangan para petani, yang selama ini sangat bergantung pada ketersediaan pupuk.

Menurut Muzani, kebijakan ini menjadi tonggak sejarah yang menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.

Mentan Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa langkah ini diambil setelah menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Arahan tersebut menekankan pentingnya memastikan ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau bagi petani di seluruh tanah air.

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar pupuk harus sampai ke petani dengan harga terjangkau, tanpa keterlambatan atau kebocoran distribusi.

Ahmad Muzani menilai bahwa kebijakan penurunan HET pupuk bersubsidi ini adalah langkah cepat dan konkret dari pemerintah.

Ini menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar hadir di tengah rakyat dan merespons persoalan yang dihadapi petani.

“Saya melihat ini kebijakan yang luar biasa. Pemerintah di bawah Presiden Prabowo dan Menteri Amran benar-benar mendengar suara petani. Pengumuman ini bikin semua petani senang,” ujar Muzani.

Kebijakan ini tidak hanya meringankan beban finansial petani, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan semangat mereka untuk bercocok tanam.

Mentan Amran Sulaiman menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya soal penurunan harga, melainkan tentang keberpihakan negara kepada petani.

“Presiden memberi arahan yang sangat tegas, negara harus hadir di sawah, di kebun, di ladang. Petani tidak boleh menjerit karena harga pupuk,” katanya.

Kementerian Pertanian bersama BUMN pupuk bergerak cepat mengeksekusi perintah tersebut, merevitalisasi dan memangkas rantai distribusi.

Penurunan HET pupuk bersubsidi sebesar 20 persen ini telah tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/KPTS/SR.310/M/10/2025.

Keputusan ini secara spesifik mengatur penyesuaian harga untuk berbagai jenis pupuk yang sangat dibutuhkan oleh petani.

Langkah ini diambil tanpa menambah subsidi APBN, menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan anggaran negara.

Berikut adalah rincian penyesuaian HET pupuk bersubsidi:

  • Pupuk Urea: Dari semula Rp2.250 per kilogram menjadi Rp1.800 per kilogram, atau dari Rp112.500 per sak turun menjadi Rp90.000 per sak.
  • Pupuk NPK: Dari Rp2.300 per kilogram menjadi Rp1.840 per kilogram, atau dari Rp115.000 per sak (50 kg) turun menjadi Rp92.000 per sak.
  • Pupuk NPK Khusus Kakao: Dari Rp165.000 per sak (50 kg) turun menjadi Rp132.000 per sak.
  • Pupuk ZA (baru masuk golongan bersubsidi): Dari Rp1.700 per kilogram menjadi Rp1.360 per kilogram, atau dari Rp85.000 per sak (50 kg) turun menjadi Rp68.000 per sak.
  • Pupuk Organik: Dari Rp800 per kilogram menjadi Rp640 per kilogram, atau dari Rp32.000 per sak (40 kg) turun menjadi Rp25.600 per sak.

Kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi ini diharapkan membawa dampak positif yang signifikan bagi sektor pertanian nasional.

Petani akan merasakan langsung pengurangan beban biaya produksi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan mereka.

Ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung program swasembada pangan di Indonesia, memastikan ketersediaan bahan pangan yang cukup.

Dengan harga pupuk yang lebih terjangkau, petani akan lebih termotivasi untuk mengoptimalkan lahan pertanian mereka.

Mentan Amran Sulaiman, yang juga ditunjuk sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), menekankan pentingnya kebijakan ini dalam revitalisasi sektor pupuk.

Terobosan ini menjadi tonggak sejarah yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan input pertanian.

Optimisme baru ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan negara dalam jangka panjang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi