Jokowi Semringah, Baru 8 Tahun Nasabah Mekaar Sudah 15,2 Juta dengan Total Pinjaman Rp800 Miliar

Sejak tahun 2015, nasabah yang memanfaatkan program Mekaar sudah tembus 15 juta nasabah pada tahun 2024.

Aksara Bebey
Oleh Aksara Bebey - Reporter
Jokowi Semringah, Baru 8 Tahun Nasabah Mekaar Sudah 15,2 Juta dengan Total Pinjaman Rp800 Miliar
Jokowi Semringah, Baru 8 Tahun Nasabah Mekaar Sudah 15,2 Juta dengan Total Pinjaman Rp800 Miliar (Merdeka.com)

Sejak tahun 2015, nasabah yang memanfaatkan program Mekaar sudah tembus 15 juta nasabah pada tahun 2024.

Presiden Joko Widodo menyatakan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang dibina Permodalan Nasional Madani (PNM) menunjukkan tren positif dari nasabah dan pembiayaan yang disalurkan.


Sejak dicanangkan pertama kali pada tahun 2015, nasabah yang memanfaatkan program ini sudah menembus 15 juta nasabah pada tahun 2024.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Sejak 2015 saat itu nasabahnya 400 ribu di seluruh Indonesia. Hari ini sudah 15,2 juta nasabah," kata Jokowi saat bertemu dengan nasabah dan pendamping program Mekaar di Bale Rame, Kabupaten Bandung, Sabtu (3/2).

Semula Rp800 miliar, kini sudah menjadi Rp244 triliun.

merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Dari awal dari tahun 2015 pinjaman awal Rp2 juta meningkat tadi ada yang di depan ada yang sudah Rp8 juta atau Rp10 juta," ucap dia.

Secara umum, Jokowi menilai kinerja program ini sangat baik. Indikatornya dari cicilannya macet hanya berada di kisaran angka 0,5 persen.

Selain itu, masyarakat terutama ibu-ibu yang memanfaatkan program ini sudah banyak menghasilkan beragam produk yang sukses menembus pasar luar negeri.

"Karakter ibu bagus dan kedisplinan ibu-ibu dalam mengangsur juga sangat bagus," ujar dia.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Saya berikan contoh Basreng atau bakso goreng, yang saya senang packaging-nya kemasannya sangat bagus sekali. Yang saya senang lagi ini sudah diekspor oleh ibu-ibu semuanya, sudah ekspor ke Malaysia," ucap Jokowi.

Meski begitu, ia mengingatkan kepada para nasabah agar tetap bijak menggunakan uang untuk usaha. Jangan sampai terjebak pada hal-hal yang bersifat konsumtif.

Jokowi juga mengimbau agar sebagian hasil keuntungan bisa ditabung.

merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Kalau dapat keuntungan Rp2 juta atau Rp1 juta itu yang ditabung," kata dia.

Usai acara, Jokowi menjelaskan program ini merupakan kail untuk masyarakat agar bisa menjadi pelaku usaha.

Tercermin dari nominal perputaran uang yang semula hanya Rp800 miliar, kini menjadi Rp244 triliun.

"Kita memberikan kail, bukan memberikan bantuan, enggak. Ini kail yang disiapkan dengan sistem gandeng renteng," kata Jokowi.

Dia pun mengapresiasi kinerja PNM yang bisa menjaga pertumbuhan nasabah secara signifikan dalam waktu 8 tahun.

Dia memastikan Pemerintah siap menyalurkan anggaran untuk nasabah. Meski begitu, Jokowi tidak menyebut angkanya secara pasti secara target.


"Ini yang jelas permintaannya berapa dari PNM selalu siap, kalau memang kurang kayak dulu 2020 kita suntik Rp 2,5 triliun. Tapi ini kan gelindingan ini yang akan semakin membesar," pungkasnya.

Rekomendasi