Jakarta banjir, bos BEI nilai perusahaan asuransi tak lantas rugi

Minggu, 28 Agustus 2016 12:30 Reporter : Siti Nur Azzura
Jakarta banjir, bos BEI nilai perusahaan asuransi tak lantas rugi Ilustrasi Banjir. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan bencana banjir tak lantas membuat perusahaan asuransi, khususnya anggota bursa, merugi akibat melonjaknya klaim. Dia yakin perusahaan asuransi sudah memiliki skenario antisipasi agar kinerja perusahaan tetap positif.

"Perusahaan asuransi pada dasarnya sudah melakukan (antisipasi) jangka panjang," kata Tito di kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (28/8).

Dia menilai, bencana banjir justru menjadi berkah bagi perusahaan asuransi karena mendatangkan konsumen baru. Ini yang membuat kinerja perusahaan asuransi maupun perbankan pemilik produk asuransi akan tetap memiliki pertumbuhan kinerja positif.

Sejauh ini ada 12 perusahaan asuransi yang tercatat menjadi anggota Bursa Efek Indonesia. Mereka adalah Asuransi Bina Dana Arta, Asuransi Harta Aman P., Asuransi Multi Artha Guna, Asuransi Bintang, Asuransi Dayin Mitra, Asuransi Jasa Tania, Asuransi Kresna Mitra, Asuransi Ramayana, Lippo General Insurance, Maskapai Reasuransi Indonesia, Paninvest, dan Victoria Insurance.

Pada penutupan perdagangan, Jumat (26/8), belum ada pergerakan signifikan dari transaksi saham ke-12 perusahaan ini. Rata-rata nilai saham perusahaan ini naik atau stagnan. Hanya Multi Artha Guna yang nilai sahamnya merosot dari Rp 344 menjadi Rp 340 saat penutupan.

"Pertumbuhan dari sisi keuangan perusahaan, perusahaan asuransi dan bank yang saya rasa jadi yang terbaik. Jadi tidak hanya ini (antisipasi banjir) saja. Mereka sudah memiliki rencana jangka panjang," imbuhnya.

Sebelumnya, banjir dengan ketinggian di atas 70 sentimeter menerjang kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Akibatnya, akses kendaraan ke daerah tersebut terputus, arus lalu lintas juga sempat terganggu.

Tak pelak, sejumlah kendaraan mewah yang sedang parkir menjadi korban. Bahkan, mobil mewah jenis BMW 320i seharga Rp 598 jutaan terendam hingga setengahnya.

Dilansir TMC Polda Metro Jaya, Sabtu (27/8), untuk mengurangi kemacetan, aparat kepolisian telah memberlakukan pengalihan arus lalu lintas. Akses dari dan menuju kawasan ditutup untuk sementara hingga air surut. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini