ISEF 2016 bahas produk dan akad keuangan syariah khas Indonesia

Rabu, 26 Oktober 2016 19:06 Reporter : Mohamad Taufik
ISEF 2016 bahas produk dan akad keuangan syariah khas Indonesia Pembukaan Keuangan Syariah Fair 2016. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2016 membahas mengenai dinamika produk dan akad keuangan syariah khas Indonesia. Pembahasan ini penting dilakukan untuk refleksi pengaturan dan pengembangan yang mengedepankan prinsip-prinsip syariah, serta untuk pembelajaran dalam penyusunan produk dan akad keuangan syariah selanjutnya.

Seperti dikatakan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Henda, praktik keuangan syariah khas Indonesia ini akan menjadi bagian tersendiri dalam perkembangan keuangan syariah global. Hal tersebut disampaikan dalam peluncuran buku Dinamika Produk dan Akad Keuangan Syariah di Indonesia di Surabaya, Rabu (26/10).

Dia menjelaskan, perjalanan industri keuangan syariah di Indonesia diwarnai oleh beragam dinamika sejak kelahirannya pada akhir abad ke-20. Berbagai lembaga keuangan syariah telah bermunculan, mulai dari perbankan, asuransi, pasar modal, pegadaian, hingga lembaga keuangan mikro, koperasi, dan Baitul Mal wat Tamwil. Perkembangan lembaga syariah yang cukup signifikan dari tahun ke tahun membuktikan jika minat masyarakat terhadap keuangan syariah semakin tinggi dan meluas.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap produk yang memenuhi prinsip syariah, produk keuangan yang awalnya sederhana kini menjadi semakin kompleks. Berbeda dengan sistem keuangan konvensional, dalam sistem keuangan syariah setiap produk yang dikeluarkan selalu terikat pada akad-akad yang mendasarinya, yang bertindak sebagai landasan filosofis produk keuangan syariah. Akad syariah pun terus mengalami dinamika, untuk mengikuti perkembangan pasar.

Meski tumbuh cukup ekspansif, ekonomi syariah di Indonesia masih menghadapi tantangan. Pangsa keuangan syariah terhadap keuangan nasional maupun perekonomian masih sangat kecil, yaitu kurang dari 5 persen. Di sisi lain, ekonomi dan keuangan syariah dianggap dapat menjadi alternatif bagi pengembangan sistem ekonomi yang lebih aplikatif dan berkesinambungan. Untuk itu, akselerasi pengembangan ekonomi syariah menjadi semakin penting. Hal ini perlu diperhatikan oleh seluruh otoritas dan lembaga terkait.

Untuk menyediakan wadah berbagi informasi dan pandangan mengenai topik tersebut, Bank Indonesia juga menyelenggarakan seminar bertajuk Menyongsong Paradigma Baru Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Syariah. Dalam seminar, para pembicara yang berasal dari Bank Indonesia, pemerintah serta perwakilan industri, saling bertukar pikiran dan menyamakan pandangan untuk memajukan ekonomi syariah.

Sinergi dari seluruh komponen bangsa ini baik regulator, akademisi, dewan syariah serta masyarakat diharapkan dapat menjadi katalis bagi pencapaian tujuan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. [bim]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini