Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait, mengatakan pihaknya berencana membangun bandara baru di wilayah Maja, Kabupaten Lebak, Banten. Nilai investasi pembangunan bandara tersebut diperkirakan mencapai Rp 12 triliun.
"Terkait pembangunan bandara di Maja investasinya sekitar Rp 12 triliun. Ada dari dana sendiri, pasti juga ada pinjaman atau kemungkinan strategic partner," ujar Edward di Kantor Pusat BTN, Jakarta, Kamis (8/3).
Edward menambahkan, perencanaan pembangunan bandara ini masih terus dimatangkan. Termasuk desain dan kontraktor yang akan dipercaya nantinya menggarap pembangunan bandara tersebut.
Namun, dia belum memberi kepastian kapan rencana ini dieksekusi. Sebab, Lion Air masih memperhitungkan jumlah kepemilikan penumpang. Khususnya, penumpang rute internasional.
"Kalau memang situasinya sudah harus dilakukan (pembangunan) akan dilakukan. Karena itu butuh perhitungan. Misalkan traffic kayak apa, kalau sudah siap kita bangun. Saya belum bisa katakan tahun depan (dibangun) tergantung keadaan penumpang. Terutama penumpang internasional," jelasnya.
Edward mengatakan bandara ini nantinya akan dibangun dengan kapasitas tampung 110 juta penumpang dan dilengkapi dengan empat landasan pacu (runway). Hingga kini, proses pembebasan lahan masih terus berjalan.
"Sekarang kita lagi proses pembebasan lahan, sekarang kurang lebih sudah 37 persen. Dan di sana kita akan bilang menjadi semacam kota, bukan hanya metropolis, tapi juga menjadi pusat logistik, karena kita akan combine dengan kereta, dan jalur darat," jelasnya.