Indonesia Butuh Dana Rp15.000 Triliun untuk Kejar Transisi Energi, Uangnya dari Mana?

Menteri ESDM Arifin Tasrif terus mengundang lebih banyak mitra internasional untuk mendukung percepatan program transisi energi

Maulandy Rizki Bayu Kencana
Indonesia Butuh Dana Rp15.000 Triliun untuk Kejar Transisi Energi, Uangnya dari Mana?
Indonesia Butuh Dana Rp15.000 Triliun untuk Kejar Transisi Energi, Uangnya dari Mana? (Merdeka.com)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif terus mengundang lebih banyak mitra internasional untuk mendukung percepatan program transisi energi di Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif terus mengundang lebih banyak mitra internasional untuk mendukung percepatan program transisi energi di Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk mencapai target karbon netral atau net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat. Namun untuk mewujudkan itu ongkosnya tidak murah. Indonesia butuh dana investasi hingga USD1 triliun, atau setara Rp15.000 triliun (kurs dolar AS: Rp15.000).

"Indonesia membutuhkan investasi hingga USD1 Triliun sampai tahun 2060 untuk pembangkit dan transmisi energi terbarukan,"
Dok. Istimewa

ujar Arifin dalam acara peluncuran perpanjangan Program MENTARI antara Indonesia-Inggris di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (4/8).

Sebab, Indonesia akan menerapkan pensiun dini terhadap pembangkit listrik berbahan bakar batubara di tahun-tahun mendatang.

"Oleh karena itu, kami membuka peluang investasi dan kerjasama yang luas untuk mencapai target tersebut," imbuh Arifin.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sebagai upaya menggalang dana tersebut, Kementerian ESDM dan Kementerian Keamanan Energi dan Net Zero Inggris meluncurkan perpanjangan Kerja Sama Program Indonesia-Inggris Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia (MENTARI).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mulanya, program MENTARI dijadwalkan akan berakhir pada 2024. Namun dengan adanya kesepakatan ini akan diperpanjang hingga 2027. Indonesia pun memperoleh hibah tambahan dari Inggris senilai GBP6,5 juta, atau setara Rp135 miliar.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Arifin mengapresiasi para pemangku kepentingan program MENTARI, baik dari unsur pemerintah, sektor swasta, maupun komunitas, yang telah terlibat dalam proses perencanaan dan implementasi program tersebut.

"Dukungan berkelanjutan, kolaborasi, dan komitmen, akan memastikan program MENTARI berada di jalur yang tepat dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat," kata Arifin.
Dok. Istimewa

Sumber: Liputan6.com Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Kesepuluh mobil tersebut terdiri dari delapan unit Mitsubishi Outlander PHEV (model SUV plug-in hybrid) dan dua unit Mitsubishi i-Mief, Senin (26/2) di Halaman Kantor Kemenperin.

Rekomendasi