Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Imbas Corona, Garuda Indonesia Lobi Airbus Tunda Pengiriman Pesawat Tahun ini

Imbas Corona, Garuda Indonesia Lobi Airbus Tunda Pengiriman Pesawat Tahun ini Airbus A330-900 NEO Citilink. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Garuda Indonesia terus melobi Airbus agar menunda pengiriman empat pesawat ke Tanah Air pada tahun ini. Permintaan ini imbas menurunnya intensitas penerbangan akibat pandemi Covid-19.

"Garuda harusnya kedatangan empat pesawat oleh Airbus di tahun ini. Tapi kami terus bernegosiasi dengan Airbus untuk menunda itu (pesawat)," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, saat menggelar rapat kerja bersama Komisi VI DPR-RI di Komplek Parlemen, Selasa (14/7).

Bos Garuda Indonesia ini menjelaskan sejatinya penundaan pengiriman akan berpengaruh pada pengembangan pegawainya. Tetapi mempertimbangkan lesunya kondisi industri penerbangan saat ini maka keputusan terpaksa diambil.

Terlebih, sambung Irfan, maskapai tengah mengalami penurunan kebutuhan sumber daya manusia akibat pandemi Covid-19. Sehingga turut mempengaruhi struktur personalia perseroan.

Meski demikian, penundaan pengiriman pesawat bukan yang pertama kalinya terjadi di Indonesia. Di mana, jauh sebelum pandemi berlangsung maskapai pelat merah ini pernah menunda kedatangan pesawat Boeing 737 Max 8 akibat kecelakaan yang menimpa maskapai Lion Air dan Ethiopia Airlines.

Irfan menyebut, saat itu total kontrak jenis pesawat Boeing 737 Max 8 mencapai 50 pesawat. Namun, Garuda baru menerima 1 pesawat, yang kemudian segera dilarang terbang atau grounded.

"Padahal, secara kontrak kami seharusnya menerima 49 pesawat. Namun baru 1 (pesawat), karena ada insiden itu yang berakibat adanya larangan terbang," ujarnya.

Garuda Indonesia beli 14 pesawat baru Airbus senilai Rp18,8 triliun

beli 14 pesawat baru airbus senilai rp188 triliun rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menemui Perdana Menteri (PM) inggris David Cameron, di Downing Street Number 10, London, Selasa (19/4) Pukul 11.30 waktu setempat. Selain membicarakan masalah ekstremisme yang dihadapi oleh semua negara di masa sekarang ini, juga dibahas upaya untuk mempererat hubungan perekonomian kedua negara.

"Hari ini kedua pemimpin mereview kemajuan, dan juga menandatangani kerja sama melalui MoU antara Airbus dan Garuda. Kesepakatan besar lebih dari 1 miliar pounds (setara Rp18,8 triliun). Harapan kami jumlah deals yang ditandatangani di London lebih besar dari negara lain selama tahun ini," kata Dubes Inggris di Jakarta, Moazzam Malik, seperti ditulis situs setkab di Jakarta, Rabu (20/4).

Menurut Moazam, kesepakatan itu adalah pembelian 14 pesawat baru oleh Garuda Indonesia. Sebagian komponen pesawat dibuat di Inggris dan sebagian dibuat di negara lain di Eropa. Tapi pesawat ini menggunakan mesin Roll Royce.

Selain itu, juga ada kesepakatan untuk bekerjasama antara Garuda Indonesia dan Roll Royce untuk melatih junior, insinyur dan teknisi Indonesia di Indonesia.

Selain itu, Inggris dan Indonesia juga mempererat kerja sama di berbagai bidang, salah satunya industri kreatif.

"Ke depan, harapannya adalah untuk meningkatkan lagi, khususnya dalam beberapa bidang, misalnya di bidang maritim, di bidang industri kreatif, di bidang infrastruktur khususnya di bidang aerospace, karena di Inggris ada banyak perusahaan yang mampu untuk membuat pesawat, satelit, atau untuk mendesain bandara, atau juga menjaga keamanan di sektor aviation juga," papar Moazzam.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP