Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ide kereta layang pernah gagal

Ide kereta layang pernah gagal

Merdeka.com - Ide membangun jalur kereta di atas jalan tol bukanlah ide segar dan baru. Kementerian Perhubungan menyebutkan bahwa ide tersebut pernah dicetuskan oleh satu perusahaan asal Amerika Serikat.

Namun, ide tersebut tidak bisa terealisasi. "Dulu perusahaan Amerika punya ide sama bahkan menggunakan media semua jalan tol, tapi ga ada realisasi,” jelasnya Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tunjung Inderawan ketika ditemui di Jakarta, Selasa (17/7).

Tunjung tidak menyebutkan nama perusahaan tersebut dan alasan tidak terealisasinya proyek kereta layang yang dimaksud. Alasannya, saat itu perusahaan asal negeri paman sam tersebut tidak melapor ke Kementerian Perhubungan.

Pihaknya mengingatkan PT Hutama Karya yang dikabarkan berniat membangun kereta layang akan hambatan-hambatan yang mungkin akan dihadapi. PT Hutama Karya berniat membangun kereta layang dari Bekasi menuju Slipi.

Pada dasarnya, pemerintah mengapresiasi ide-ide cerdas untuk mengurai kemacetan ibukota. Sebagai tahap awal, lebih baik Hutama Karya melaporkan ide tersebut kepada Kementerian Perhubungan. “Saya sudah dengar, tapi mereka belum lapor atau proposal," kata Tunjung.

Pihaknya menyambut positif keterlibatan swasta dalam pembangunan infrastruktur transportasi. Sebab, untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia membutuhkan 70 persen dana dari swasta. “Karena hingga saat ini belum ada usulan resmi dari Hutama Karya membangun median jalan tol,” jelasnya.

Untuk pembangunannya sendiri diakui bukan hal mudah. Perusahaan yang ingin membanguni ini harus mempunyai badan usaha, serifikasi kelayakan dan sebagainya. “Mereka punya proporsal harus mempunyai badan usaha, kelayakan, sebelum bangun kita sahkan dulu. Kita akan setifikasi kelayakannya,” tegasnya.

Dari sisi teknis di lapangan pun demikian. Membangun kereta di sepanjang jalan tol dalam kota tidak gampang. "Kalau gunakan media jalan tol, untuk menancapkan tiang ke jalan tol itu tidak gampang," jelasnya.

Sekadar diketahui, kereta ini mempunyai konsep berada di atas jalan tol atau 12 meter dari permukaan tanah. Sementara rel kereta tersebut akan disangga oleh tiang pancang dari beton. Mungkin gambaran lengkapnya seperti BTS di Bangkok, Thailand.

"Menancapkan tiang di atas jalan tol itu juga sulit," imbuhnya.

Konsep penanganan kemacetan Jakarta dengan menggunakan kereta layang dari Bekasi hingga Slipi diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar Rp 10 triliun.

PT Hutama Karya sebagai pengusung ide mempunyai rencana membangun kereta layang dari Bogor hingga Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. (mdk/oer)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP