Harga TBS Kelapa Sawit Bangka Stabil, Petani Mandiri Kian Semangat Kembangkan Lahan

Harga TBS Kelapa Sawit Bangka untuk petani mandiri tetap stabil antara Rp2.805 hingga Rp3.160 per kilogram, memicu minat tinggi pada pengembangan lahan bekas tambang dan perluasan area tanam.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Harga TBS Kelapa Sawit Bangka Stabil, Petani Mandiri Kian Semangat Kembangkan Lahan
Harga TBS Kelapa Sawit Bangka untuk petani mandiri tetap stabil antara Rp2.805 hingga Rp3.160 per kilogram, memicu minat tinggi pada pengembangan lahan bekas tambang dan perluasan area tanam. (AntaraNews)

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari petani mandiri di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menunjukkan stabilitas yang menggembirakan. Kondisi ini terpantau pada Selasa (27/1), dengan kisaran harga yang cukup kompetitif di tingkat pabrik.

Stabilitas ini memberikan kepastian bagi ribuan petani sawit mandiri di wilayah tersebut. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Subhan, mengonfirmasi bahwa harga berada di rentang Rp2.805 hingga Rp3.160 per kilogram.

Fluktuasi harga antar pabrik kelapa sawit (PKS) yang berjumlah sembilan unit di Kabupaten Bangka dipengaruhi oleh beberapa faktor. Ini termasuk kualitas TBS yang disetor serta kebijakan internal masing-masing perusahaan.

Harga TBS kelapa sawit di Kabupaten Bangka menunjukkan stabilitas yang konsisten. Data per Selasa (27/1) mencatat harga di tingkat pabrik berkisar antara Rp2.805 per kilogram hingga harga tertinggi Rp3.160 per kilogram.

Subhan, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, menjelaskan bahwa stabilitas ini menjadi indikator positif. Ada sembilan pabrik kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Bangka dan secara rutin menerima pasokan dari masyarakat.

Perbedaan harga pembelian antar pabrik tidak lepas dari beberapa variabel penting. Kualitas TBS yang diserahkan petani serta kebijakan internal perusahaan menjadi penentu selisih harga tersebut.

Minat masyarakat Kabupaten Bangka untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit mandiri terus menunjukkan peningkatan signifikan. Fenomena ini terlihat dari perluasan lahan yang dilakukan oleh petani perorangan.

Bahkan, keberhasilan mencolok terlihat pada pengembangan perkebunan kelapa sawit mandiri di area bekas tambang bijih timah. Tercatat ratusan hektare lahan yang sebelumnya dianggap tidak produktif kini telah diubah menjadi perkebunan sawit yang subur.

Subhan menambahkan, beberapa jenis kelapa sawit memang memiliki adaptasi yang baik terhadap kondisi tanah tandus. Tanaman ini mampu tumbuh optimal meskipun dengan unsur hara rendah, termasuk di lahan bekas penambangan.

Pemanfaatan lahan tandus untuk perkebunan kelapa sawit sebagian besar diinisiasi dan dikembangkan oleh petani mandiri atau perorangan. Ini menunjukkan kemandirian serta inovasi petani lokal dalam mengoptimalkan sumber daya.

Kemampuan jenis kelapa sawit tertentu untuk tumbuh di tanah dengan unsur hara rendah telah mendorong perluasan cakupan kebun sawit mandiri. Luasnya kebun sawit mandiri ini bahkan melampaui kebun sawit plasma.

Kontribusi petani mandiri tidak hanya pada produksi, tetapi juga pada pemanfaatan lahan yang sebelumnya kurang produktif. Ini sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi lokal di Kabupaten Bangka.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi