Kue keranjang seolah menjadi identitas dari Imlek karena selalu dihadirkan saat perayaan tahun baru Tionghoa tersebut. Namun tahun ini, penjualan kue keranjang tak menggembirakan akibat naiknya harga bahan baku, salah satunya beras ketan.
Seorang pembuat kue keranjang, Ong Eng Hwat asal Semarang termasuk yang mengeluhkan kenaikan harga bahan baku tersebut. Dia mengatakan, harga beras ketan kini melonjak 100 persen menjadi Rp 25 ribu, dari yang sebelumnya sebesar Rp 14 ribu per kilogram.
"Naiknya sampai 100 persen. Ini membuat pesanan kue keranjang turun cukup signifikan," jelasnya, Rabu (7/2).
Dia menambahkan, dengan adanya kenaikan harga beras ketan tersebut, jumlah pesanan ikut menurun menjadi sekitar 100 kue dari sebelumnya bisa mencapai 300 kue di tahun lalu.
"Kalau tahun ini permintaan paling banyak dari pelanggan asal Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Solo dan beberapa daerah sekitar Semarang. Mereka suka pesan kemari karena kue keranjang saya tanpa bahan pengawet. Jadi yang makan biar tetap sehat," jelasnya.
Ong adalah generasi ketiga penerus usaha kue keranjang. Dia mendapatkan resep kue keranjang dari warisan sang nenek. Usahanya sudah dimulai sejak 60 tahun silam. Meski begitu, dia mengakui bahwa proses regenerasi usaha kue keranjang terancam terhambat menyusul keengganan anaknya untuk meneruskan bisnisnya.
"Saya rasa anak saya tidak mau meneruskan pembuatan kue keranjang. Sebab selain butuh kesabaran, proses pembuatannya juga sangat lama mulai mengaduk adonan sejak Subuh sampai jadi pukul 22.00 WIB malam," ujar Ong.