Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gudang kapas impor bakal dipindah dari Malaysia ke Cikarang

Gudang kapas impor bakal dipindah dari Malaysia ke Cikarang Pelabuhan Tanjung priok. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Pemerintahan Jokowi-JK pada Agustus lalu resmi membentuk Satun Tugas (Satgas) Dwelling Time. Satgas ini dibentuk guna mengatasi leletnya waktu sandar kapal untuk bongkar muat atau dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dalam operasinya, Satgas ini mendukung pembangunan terminal Cikarang Dry Port (CDP). Terminal ini nantinya akan dimanfaatkan untuk menyimpan bahan baku impor Indonesia seperti komoditas kapas.

Ketua Satgas, Agung Koeswandono mengakui selama ini kapas impor untuk Indonesia masih disimpan dalam jumlah banyak di Malaysia dan Singapura. Akibatnya, biaya menjadi mahal, dwelling time yang lama serta Indonesia kerap ditekan Malaysia.

"Bocoran, CDP sudah punya proyek gudang kapas yang selama ini disimpan di Singapura dan Malaysia. Nah sekarang kapas dulu dan lama-lama tekstil, lama-lama barang lain nanti tidak lagi di taruh di sana. Bisa kita simpan di Indonesia sendiri, biayanya pasti turun dan dwelling time nya juga. Kita tidak akan didikte orang luar lagi," ujarnya di Kementerian Bidang Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Senin (26/10).

Agung menjelaskan, CDP merupakan kawasan pelayanan pabean terpadu (KPPT). Di dalamnya terdapat kantor bea cukai dan karantina yang bekerja 24 jam.

"CDP tempatnya luas sekitar 250 hektar, sudah siap semuanya, areanya terbuka, areanya sudah matang," jelas dia.

Ke depan, pemerintah akan membangun terminal seperti CDP di lokasi-lokasi lainnya, seperti Cikarang, Bogor, Solo dan Jogyakarta. Sehingga setiap daerah dapat mengembangkan diri tanpa harus membangun pelabuhan. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP