Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi menawarkan provinsi yang dipimpinnya sebagai tuan rumah gelaran Pekan Iklim kedua. Usulan ini disampaikan langsung di sela-sela kehadirannya dalam Pekan Iklim Bali 2025 yang diselenggarakan di Denpasar pada Senin, 25 Agustus.
Inisiatif ini muncul dengan keyakinan bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki keunikan tersendiri dalam kontribusinya terhadap upaya penurunan emisi gas rumah kaca. Mahyeldi menekankan pentingnya mengangkat kearifan lokal yang telah terbukti efektif dalam menjaga lingkungan, khususnya di Sumatera Barat.
Selain ambisi untuk memperkenalkan capaian Sumatera Barat dalam pengurangan emisi, Gubernur Mahyeldi juga melihat potensi besar dalam peningkatan sektor pariwisata. Dengan menjadi tuan rumah forum nasional seperti Pekan Iklim, diharapkan akan banyak delegasi yang berkunjung, membawa dampak positif bagi dinamika ekonomi lokal.
Advertisement
Advertisement
Keunikan Sumatera Barat dalam Mitigasi Iklim
Sumatera Barat memiliki pendekatan yang khas dalam upaya mitigasi perubahan iklim, terutama melalui pemanfaatan kearifan lokal dan peran masyarakat adat nagari. Gubernur Mahyeldi menjelaskan bahwa 81 persen masyarakat adat nagari di Sumbar berada di kawasan hutan, menjadikan mereka garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam.
Keberadaan hutan adat yang dilindungi secara turun-temurun menjadi bukti nyata bagaimana kearifan lokal dapat berkontribusi pada perlindungan lingkungan. Potensi ini, menurut Mahyeldi, sangat layak untuk diperkenalkan dalam forum nasional seperti Pekan Iklim Sumbar, menunjukkan bahwa konservasi dapat berjalan seiring dengan kehidupan masyarakat.
Rendahnya gini rasio di Sumatera Barat juga menjadi indikator keseriusan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan kearifan lokal untuk menjaga lingkungan hutan. Ditambah lagi dengan adanya program perhutanan sosial yang diperkuat oleh peraturan daerah, potensi ini semakin terjaga dan terawat, memberikan efek positif bagi ekosistem dan kehidupan sekitar.
Advertisement
Advertisement
Dampak Positif Penyelenggaraan Pekan Iklim bagi Sumbar
Penyelenggaraan Pekan Iklim di Sumatera Barat tidak hanya akan menegaskan komitmen provinsi dalam isu lingkungan, tetapi juga akan memberikan dorongan signifikan bagi sektor pariwisata. Gubernur Mahyeldi mencontohkan bagaimana Pekan Iklim di Bali telah menarik banyak pengunjung, bahkan membuat penerbangan penuh.
Menurutnya, dengan menjadi tuan rumah Pekan Iklim Sumbar, provinsi ini akan kedatangan banyak delegasi dan peserta dari berbagai daerah. Keramaian ini diharapkan dapat menghidupkan kembali sektor pariwisata yang menjadi salah satu fokus utama pembangunan di Sumatera Barat, sekaligus menciptakan dinamika ekonomi yang berdampak langsung pada masyarakat.
Konsep "ramai" yang diusung Gubernur Mahyeldi sebagai kunci pariwisata, akan terwujud melalui gelaran forum berskala nasional ini. Ini adalah kesempatan emas bagi Sumatera Barat untuk menunjukkan keunikan budayanya dan keindahan alamnya kepada khalayak luas, sekaligus memperkuat citra sebagai daerah yang peduli lingkungan.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Pemerintah Pusat untuk Pekan Iklim di Sumbar
Usulan Gubernur Mahyeldi mendapat sambutan positif dari pemerintah pusat. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang bergabung secara daring dalam pertemuan tersebut, menyatakan persetujuannya jika Pekan Iklim mendatang dilakukan di Sumatera Barat.
Menteri Hanif menjelaskan bahwa forum Pekan Iklim merupakan hal yang lazim di banyak negara lain, namun di Indonesia baru perdana dilakukan dan dimulai dari Provinsi Bali. Oleh karena itu, ia sangat mendorong agar forum ini dapat berkelanjutan dan dilaksanakan di berbagai daerah, termasuk Pekan Iklim Sumbar.
Dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat melihat potensi dan keseriusan Sumatera Barat dalam isu perubahan iklim. Ini juga membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah daerah dan pusat dalam mencapai target pengurangan emisi nasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews