Genjot Penyediaan Rumah Warga Penghasilan Rendah, SMF Terima PMN Rp 2,25 T
Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengalokasikan, anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF sebesar Rp2,25 triliun pada 2021.
Anggaran PMN tersebut, dikombinasikan dengan dana dari penerbitan surat utang untuk mendukung penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi 157.500 unit rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
"Seluruh dana PMN sebesar 2,5 triliun di tahun 2021 tersebut di-blended dengan dana dari penerbitan surat utang, kemudian total dananya seluruhnya digunakan untuk mendukung program KPR FLPP bagi MBR," kata Menteri Sri Mulyani dalam pernyataannya, Sabtu (12/3).
Dia berharap, fasilitas likuiditas untuk pembiayaan perumahan yang dalam hal ini yang dikelola oleh SMF bisa benar-benar memberikan dukungan bagi masyarakat. Terutama masyarakat berpendapat rendah mendapatkan unit rumah bagi mereka bertempat tinggal.
"Pemerintah terus mendorong ketersediaan akses perumahan yang layak dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia, agar dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi yang positif," tutupnya.
Realisasi Dana PMN SMF
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDirektur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF, Heliantopo mencatat, realisasi penggunaan dana PMN Tahun 2021 di Jawa Tengah sebesar Rp1.295 miliar. Anggaran tersebut dipakai untuk pembangunan 9.742 unit rumah MBR.
"Ini merupakan wujud dari kehadiran negara untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Dimana dana yang dialirkan untuk KPR Subsidi ini berasal dari APBN yang digunakan sebesar-besarnya demi kesejahteraan masyarakat Indonesia," ucap Heliantopo.
Program ini merupakan sinergi SMF dengan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP) Kementrian PUPR. Adapun SMF meyediakan 25 persen dari porsi penyaluran dana KPR FLPP sedangkan 75 persen porsi lainya disediakan oleh BLU PPDPP.
Pada tahun 2021, penyaluran dana KPR FLPP mencapai Rp24,19 triliun untuk 178.828 unit rumah. Rinciannya porsi PPDPP sebesar Rp19,58 triliun (75 persen), yang terdiri dari dana APBN sebesar Rp16,62 trilun dan pengembalian pokok sebesar Rp2,96 triliun, dan porsi SMF sebesar Rp4,62 triliun (25 persen).
Heliantopo berharap dukungan SMF pada Program KPR FLPP ini juga akan memberikan efek berlipat (multiflier effect) bagi sektor perumahan. Sehingga dapat ikut menggerakan 170 industri turunan lainnya di sektor perumahan dan akan menciptakan penyerapan tenaga kerja, perbaikan kualitas hidup masyarakat, serta mendorong percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya