Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menyuarakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan terowongan di Gunung Geurutee, Kabupaten Aceh Jaya. Proyek infrastruktur strategis ini diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi di sepanjang wilayah pantai barat selatan Provinsi Aceh.
Dukungan tersebut disampaikan oleh Hj Salmawati, anggota Komisi III DPRA, pada Selasa (5/11) di Meulaboh. Ia menegaskan bahwa pembangunan terowongan ini merupakan upaya penting untuk mempermudah akses transportasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Pemerintah pusat, melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, sebelumnya telah menurunkan tim untuk meninjau lokasi pada Senin (20/10). Peninjauan ini menjadi tindak lanjut dari usulan Gubernur Aceh yang melihat urgensi proyek tersebut untuk keselamatan dan pemerataan ekonomi.
Advertisement
Advertisement
Hj Salmawati menekankan bahwa pembangunan terowongan Geurutee akan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian lokal. Akses transportasi yang lebih baik akan mendukung mobilitas masyarakat dan pelaku usaha, khususnya dalam pengiriman hasil alam.
Salah satu sektor yang akan merasakan manfaat langsung adalah industri kelapa sawit. Minyak kelapa sawit dari wilayah pantai barat selatan Aceh akan lebih mudah didistribusikan, mengurangi biaya logistik dan mempercepat waktu pengiriman.
Selain itu, terowongan Geurutee juga diharapkan dapat memperlancar jalannya roda pemerintahan di Aceh. Konektivitas antar wilayah yang meningkat akan mempermudah koordinasi dan distribusi sumber daya, mendorong kemajuan berbagai sektor usaha.
Advertisement
Advertisement
Kepala Dinas PUPR Aceh, Mawardi, menyatakan bahwa peninjauan tim Bappenas di Gunung Paro, Kulu, dan Geurutee menunjukkan komitmen kuat pemerintah pusat. Kolaborasi ini menandakan keseriusan dalam mewujudkan infrastruktur strategis di Aceh.
"Pemerintah berkomitmen melaksanakan pembangunan terowongan di Gunung Geurutee serta perbaikan geometrik ruas gunung Paro dan Kulu secara paralel," ujar Mawardi. Ia menambahkan bahwa kajian teknis percepatan akan segera dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Usulan pembangunan Terowongan Geurutee oleh Gubernur Aceh didasarkan pada tingginya angka kecelakaan di kawasan tersebut. Oleh karena itu, proyek ini dinilai sebagai kebutuhan mendesak, bukan hanya untuk keselamatan tetapi juga untuk pemerataan ekonomi dan konektivitas antar wilayah.
Advertisement
Mawardi menjelaskan bahwa dengan adanya terowongan, waktu tempuh antar wilayah akan berkurang signifikan. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan nasional dan Astacita Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan efisiensi dalam mobilitas barang dan jasa.
Advertisement
Kepala Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Heri Yugiantoro, menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti tahapan teknis proyek ini. Kehadiran terowongan dipastikan akan memangkas waktu tempuh secara drastis dari Banda Aceh menuju Aceh Jaya.
Sebagai contoh, segmen jalan Paro-Kulu yang semula berjarak 13 kilometer lebih akan menyusut menjadi enam kilometer. Sementara itu, segmen Terowongan Geurutee yang saat ini delapan kilometer lebih akan terpangkas menjadi hanya 2,7 kilometer.
Selain aspek teknis, tim Bappenas juga membahas skema pembiayaan proyek yang kompleks ini. Beberapa opsi sedang dipertimbangkan, termasuk pembiayaan melalui pinjaman luar negeri, skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), atau melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni.
Advertisement
Konsultasi lebih lanjut dengan pimpinan di Jakarta akan segera dilakukan untuk menentukan skema pembiayaan yang paling tepat. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan kelancaran dan keberlanjutan proyek vital Terowongan Geurutee.
Sumber: AntaraNews