Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) secara aktif mengandalkan sektor perikanan untuk menjaga stabilitas ekonomi. Produksi perikanan tangkap dan budidaya menjadi tulang punggung dalam mengendalikan inflasi daerah. Upaya ini dilakukan di seluruh wilayah Kepulauan Riau yang didominasi lautan.
Strategi ini diterapkan mengingat potensi besar sumber daya laut Kepri serta tingginya konsumsi ikan masyarakat setempat. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri berkolaborasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk memantau harga. Mereka juga menyelenggarakan pasar murah dan mendukung UMKM olahan ikan.
Langkah-langkah proaktif ini terus dilakukan, terutama menjelang hari besar keagamaan dan saat musim cuaca ekstrem. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan pasokan dan harga ikan tetap stabil. Hal ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi pangan.
Advertisement
Advertisement
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri, Said Suradjat, menjelaskan bahwa Kepri menempati posisi kedua di Sumatera dalam hal produksi perikanan. Total produksi mencapai hampir 380 ribu ton per tahun, menunjukkan kapasitas yang luar biasa. Kondisi geografis Kepri yang 98 persen berupa lautan memang memberikan potensi besar bagi pengembangan sektor ini.
Potensi sumber daya ikan yang melimpah ini menjadi aset krusial bagi daerah. Tingginya produksi ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas ekonomi regional. Fokus pada sektor perikanan tangkap dan budidaya terus digencarkan.
Konsumsi ikan masyarakat Kepri juga sangat tinggi, yakni sekitar 60 kilogram per kapita per tahun. Angka ini jauh di atas rata-rata nasional yang hanya berkisar 30-40 kilogram. Hal ini mengindikasikan bahwa ikan merupakan bagian integral dari pola makan penduduk setempat.
Advertisement
Tingginya konsumsi ini sekaligus menjadi indikator penting. Ini menunjukkan bahwa ketersediaan dan harga ikan sangat berpengaruh terhadap inflasi daerah. Oleh karena itu, menjaga sektor **Perikanan Kepri Jaga Inflasi** adalah prioritas.
Advertisement
DKP Kepri bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) secara aktif memantau harga ikan di pasaran, terutama menjelang momen hari besar keagamaan dan saat musim cuaca ekstrem. Pemantauan ini krusial untuk mencegah lonjakan harga yang dapat memicu inflasi.
Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah menyediakan produk ikan melalui program pasar murah dan gerakan pangan murah. Inisiatif ini membantu masyarakat mendapatkan ikan dengan harga terjangkau. Selain itu, dukungan terhadap UMKM olahan ikan juga diberikan.
Said Suradjat mencontohkan ikan tongkol yang harganya relatif terjangkau, sekitar Rp20.000–Rp30.000 per kilogram. Ikan ini memiliki kandungan protein tinggi dan bisa menjadi pilihan bergizi bagi masyarakat. Ini juga membantu menjaga stabilitas harga pangan secara keseluruhan.
Advertisement
Strategi ini diharapkan dapat menjaga rantai pasok dan harga ikan agar tetap stabil. Dengan demikian, sektor **Perikanan Kepri Jaga Inflasi** dapat berjalan optimal. Ini juga memastikan akses pangan bergizi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Advertisement
Di Batam sendiri, konsumsi ikan per tahun melebihi angka 30.000 ton, menunjukkan besarnya permintaan lokal. Namun, produksi ikan di provinsi itu tidak hanya untuk konsumsi domestik. Kepri juga menjadi pemain penting dalam ekspor komoditas perikanan.
Data Dinas Perikanan Kota Batam mencatat, ekspor komoditas perikanan dari Januari hingga Juni 2025 mencapai 3.275 ton atau senilai Rp129 miliar. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Ini membuktikan bahwa sektor perikanan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Dengan potensi laut yang luas dan produktivitas yang terus meningkat, Kepri memiliki fondasi kuat. Provinsi ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas ekonomi dan mengendalikan inflasi pangan daerah secara berkelanjutan. Sektor **Perikanan Kepri Jaga Inflasi** menjadi motor penggerak utama.
Advertisement
Upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga ikan sangat penting. Ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga tentang menjaga stabilitas ekonomi makro. Peran perikanan dalam menekan inflasi pangan menjadi semakin vital.
Sumber: AntaraNews