Fakta Unik: Pameran UMKM Santri di Kudus Sukses Dongkrak Ekonomi Pesantren dan Masyarakat Jawa Tengah

Peringatan Hari Santri di Kudus dimeriahkan Pameran UMKM Santri yang melibatkan ratusan peserta, menjadi bukti nyata kontribusi santri dalam mendongkrak ekonomi pesantren dan masyarakat Jawa Tengah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Pameran UMKM Santri di Kudus Sukses Dongkrak Ekonomi Pesantren dan Masyarakat Jawa Tengah
Peringatan Hari Santri di Kudus dimeriahkan Pameran UMKM Santri dengan 76 gerai, bukti nyata santri dongkrak ekonomi pesantren dan masyarakat Jawa Tengah. Simak selengkapnya! (AntaraNews)

Peringatan Hari Santri tingkat Provinsi Jawa Tengah yang berpusat di Kabupaten Kudus tahun ini tidak hanya sarat makna religius. Momentum ini juga diwarnai dengan Pameran UMKM Santri, sebuah inisiatif strategis untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi pesantren dan masyarakat di seluruh Jawa Tengah. Acara yang dibuka secara resmi pada 21 Oktober ini menjadi sorotan utama dalam rangkaian peringatan tersebut.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau akrab disapa Gus Yasin, menegaskan bahwa peringatan Hari Santri harus memiliki dampak ekonomi yang konkret. Pameran UMKM Santri ini, menurutnya, adalah salah satu wujud nyata dari tujuan tersebut. Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan di kalangan santri dan pelaku UMKM.

Pameran tersebut berhasil menarik partisipasi ratusan peserta dari berbagai pondok pesantren serta pelaku UMKM binaan di Jawa Tengah. Sebanyak 76 gerai disediakan untuk menampilkan beragam produk unggulan yang dihasilkan oleh santri dan masyarakat sekitar. Ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh komunitas pesantren dalam sektor ekonomi kreatif.

Pameran UMKM Santri: Katalisator Ekonomi Daerah

Pameran UMKM Santri yang diselenggarakan di Kudus ini menjadi bukti nyata kontribusi santri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Gus Yasin menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Kudus dan seluruh pihak yang telah mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan ini. Keberhasilan pameran ini tidak lepas dari sinergi berbagai elemen masyarakat dan pemerintah.

"Kita patut bersyukur bahwa rangkaian Hari Santri Nasional 2025 tingkat Provinsi Jawa Tengah sudah dimulai dari berbagai kegiatan," ujar Gus Yasin. Ia menambahkan bahwa selain pameran UMKM, ada juga kegiatan seperti ASN Ngaji Bandongan, sarasehan pesantren ramah perempuan dan anak, serta anti-bullying. Semua kegiatan ini dirancang untuk memberikan dampak positif yang luas.

Dengan 76 gerai yang tersedia, pameran ini diharapkan dapat mengungkit pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor UMKM di Jawa Tengah. "Kegiatan seperti ini dapat mengungkit pertumbuhan ekonomi, khususnya UMKM di Jateng. Ini menjadi momentum bahwa santri turut berperan dalam pembangunan ekonomi," tegas Gus Yasin. Produk-produk yang dipamerkan menunjukkan kualitas dan inovasi yang tidak kalah bersaing.

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya Kudus sebagai tuan rumah peringatan Hari Santri tingkat provinsi. "Ini penghormatan luar biasa bagi masyarakat dan para santri di Kabupaten Kudus. Mari kita tunjukkan bahwa santri bisa berdaya dan berkontribusi di berbagai bidang," kata Sam'ani. Pameran ini menjadi ajang penting untuk memperkenalkan produk lokal dan memperkuat jejaring ekonomi pesantren.

Mendorong Kemandirian Ekonomi Pesantren dan Dukungan Permodalan

Pameran UMKM Santri ini juga menegaskan potensi besar UMKM berbasis pesantren untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi umat. Gus Yasin menyoroti bahwa produk-produk pesantren sudah memiliki kualitas yang sangat baik. Bahkan, ada pesantren di Jepara yang santrinya berhasil mengembangkan usaha percetakan jersey, dan produknya telah digunakan dalam berbagai acara di sana. Ini adalah contoh nyata kemandirian ekonomi santri.

Selain itu, Gus Yasin juga menekankan pentingnya dukungan permodalan dari berbagai lembaga untuk UMKM pesantren. "Kalau tantangannya permodalan, kita hadirkan Bank Jateng, Bank Jateng Syariah, BI, dan Baznas agar bisa ikut membantu pembiayaan UMKM pesantren," imbuhnya. Kehadiran lembaga-lembaga keuangan ini diharapkan dapat membuka akses permodalan yang lebih luas bagi para pelaku usaha dari pesantren.

Harapan besar disampaikan agar kegiatan seperti Pameran UMKM Santri ini tidak hanya berhenti pada peringatan Hari Santri saja. Gus Yasin berharap kegiatan ini dapat berlanjut menjadi gerakan ekonomi berkelanjutan di lingkungan pesantren. "Rangkaian kegiatan Hari Santri ini tidak hanya memperingati momentum keagamaan, tapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Pesantren harus menjadi pusat ilmu sekaligus pusat pemberdayaan ekonomi," pungkasnya.

Melalui pameran ini, masyarakat dapat lebih mengenal produk-produk unggulan santri. Dukungan dari Bank Jateng, Bank Indonesia, Baznas, dan pihak lainnya dalam memfasilitasi akses permodalan sangat berarti bagi pengembangan UMKM. Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat dan mandiri di lingkungan pesantren.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi