Fakta Smelter Timah Terbesar di Indonesia: Babel Bangun Pabrik Rp2 Triliun, Dukung Hilirisasi Nasional

Gubernur Babel datangkan investor China bangun smelter timah terbesar di Indonesia senilai Rp2 triliun. Smelter Timah Babel ini siap dongkrak hilirisasi dan serap tenaga kerja lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Smelter Timah Terbesar di Indonesia: Babel Bangun Pabrik Rp2 Triliun, Dukung Hilirisasi Nasional
Gubernur Babel datangkan investor China bangun smelter timah terbesar di Indonesia senilai Rp2 triliun. Smelter Timah Babel ini siap dongkrak hilirisasi dan serap tenaga kerja lokal. (Merdeka.com)

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tengah mengambil langkah strategis untuk memperkuat hilirisasi komoditas timah nasional. Gubernur Hidayat Arsani berhasil mendatangkan investor asing dari China untuk membangun pabrik pengolahan bijih timah atau smelter terbesar di Indonesia.

Proyek ambisius ini merupakan bagian dari upaya mendukung Astacita Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor bangsa. Smelter ini tidak hanya akan mengolah bijih timah, tetapi juga menghasilkan produk turunan seperti timah solder dan kawat timah.

Dengan nilai investasi yang fantastis, mencapai Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun, pembangunan smelter ini diproyeksikan akan membawa dampak signifikan. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, fasilitas ini juga diharapkan dapat membuka ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

Pembangunan smelter timah terbesar di Indonesia ini akan dilaksanakan oleh PT Tong Fang, sebuah perusahaan besar asal China yang telah berpengalaman di bidang hilirisasi timah sejak tahun 1971. Mr. Xiao Nai Cheng dan Mr. Wang Yu Long, sebagai pemilik PT Tong Fang, telah berdiskusi langsung dengan Gubernur Hidayat Arsani dan Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, mengenai proses investasi ini.

Perusahaan ini memiliki rekam jejak ekspansi yang luas di berbagai negara, termasuk Thailand, Vietnam, Singapura, Turki, dan Meksiko. Pengalaman global PT Tong Fang diharapkan dapat membawa teknologi dan praktik terbaik dalam pengolahan timah ke Bangka Belitung, sekaligus mendukung agenda hilirisasi nasional yang dicanangkan pemerintah.

Jika proses pembangunan berjalan sesuai rencana, pabrik pengolahan bijih timah ini ditargetkan sudah dapat beroperasi dalam satu tahun ke depan. Kapasitas produksi smelter ini diperkirakan mencapai 300 ton per bulan, yang akan secara signifikan meningkatkan kapasitas hilirisasi timah di Indonesia.

Kehadiran smelter timah ini tidak hanya akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Bangka Belitung, tetapi juga memberikan kontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja. Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa 70 persen pekerja di smelter ini akan mengandalkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.

Komitmen ini menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam memastikan bahwa investasi asing memberikan manfaat langsung kepada masyarakat setempat. Pembukaan lapangan kerja baru ini diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di Bangka Belitung.

Untuk mengoptimalkan operasional smelter ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel juga akan menjalin kerja sama erat dengan PT Timah Tbk. PT Timah Tbk akan berperan sebagai pemasok utama bahan baku bijih timah, memastikan ketersediaan pasokan yang stabil dan berkelanjutan bagi smelter PT Tong Fang.

Kerja sama ini merupakan sinergi yang positif antara pemerintah daerah, investor asing, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mengembangkan industri hilirisasi timah. Diharapkan, dengan beroperasinya smelter ini, nilai tambah timah Indonesia dapat meningkat secara signifikan di pasar global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi