Investor global dari berbagai negara menunjukkan minat signifikan terhadap proyek Kalimantan Timur Industrial Estate (KIE) dan soda ash plant di Bontang. Minat ini terungkap dalam ajang Mahakam Investment Forum (MIF) 2025 yang diselenggarakan di Balikpapan. Forum tersebut berlangsung pada tanggal 9 hingga 10 Oktober 2025, menarik perhatian banyak pihak internasional.
Kota Bontang secara aktif menawarkan berbagai peluang investasi strategisnya dalam forum bergengsi ini. Kehadiran delegasi dan duta besar dari berbagai negara menegaskan potensi besar Kalimantan Timur. Ini menjadikan Kaltim sebagai salah satu destinasi investasi utama di kawasan Asia Tenggara.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, menyatakan hal tersebut di Bontang, Kalimantan Timur. Partisipasi aktif ini bertujuan untuk membuka pintu investasi lebih luas. Selain itu, langkah ini juga memperkenalkan potensi unggulan daerah ke kancah internasional.
Advertisement
Advertisement
Minat Global pada Potensi Kaltim
Mahakam Investment Forum (MIF) 2025 sukses menarik perhatian delegasi tingkat tinggi dari berbagai negara. Duta besar dan perwakilan diplomatik turut hadir dalam acara penting ini. Mereka datang dari Kerajaan Kamboja, Bahrain, Pakistan, Italia, Mesir, hingga Denmark.
Tidak hanya itu, perwakilan dari negara-negara Eropa seperti Belgia, Bulgaria, Ceko, dan Spanyol juga turut meramaikan forum. Kehadiran mereka memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai pusat investasi yang menjanjikan. Ini menunjukkan daya tarik Kaltim di mata dunia internasional.
Sejumlah duta besar dan delegasi internasional secara spesifik melirik peluang investasi, salah satunya Duta Besar Filipina. Duta Besar Filipina menunjukkan keseriusan dengan membawa grup pengusaha dari negaranya. Ini mengindikasikan potensi kerja sama ekonomi yang lebih konkret di masa depan.
Advertisement
Lembaga internasional seperti Korea-Indonesia Industrial and Technological Cooperation Center (KITC) dan Pacific Consultants Jepang juga berpartisipasi aktif. Perwakilan sektor swasta dari Singapura, Australia, China, dan Belanda turut hadir. Hal ini menegaskan tingginya minat global terhadap potensi investasi di Kalimantan Timur.
Advertisement
Peluang Investasi Strategis di Bontang
Kehadiran para delegasi internasional tidak hanya membuka peluang kerja sama lintas negara. Ini juga menjadi momentum penting dalam mempromosikan proyek-proyek unggulan daerah. Dua proyek utama yang menjadi sorotan adalah KIE dan Soda Ash Plant di Kota Bontang.
Muhammad Aspiannur menjelaskan bahwa keikutsertaan Kota Bontang dalam MIF 2025 adalah langkah strategis. Tujuannya adalah untuk membuka pintu investasi yang lebih luas. Selain itu, ini juga memperkenalkan potensi unggulan daerah di kancah internasional.
"Ini adalah momentum penting untuk membangun kepercayaan investor global, memperkuat kolaborasi lintas negara, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dari hulu hingga hilir," ujar Aspiannur. Pernyataan ini menunjukkan optimisme pemerintah daerah. Mereka berharap dapat menarik lebih banyak investasi.
Advertisement
Beberapa peluang investasi menjadi daya tarik utama bagi investor dan perwakilan negara sahabat. Salah satunya adalah Pakistan, yang secara khusus tertarik pada potensi pengembangan soda ash di Bontang. Minat ini menunjukkan diversifikasi investasi yang mungkin terjadi.
Advertisement
MIF 2025: Jembatan Investasi Global
Dalam forum tersebut, berbagai proyek dan kawasan strategis disajikan kepada para investor. Ini mencakup Kaltim Industrial Estate di Bontang dan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) di Kutai Timur. Proyek-proyek ini menawarkan beragam potensi.
Selain itu, Kawasan Industri Kariangau di Kota Balikpapan dan kawasan industri Buluminung di Kabupaten Penajam Paser Utara juga dipresentasikan. Presentasi ini bertujuan untuk menarik perhatian investor. Ini menunjukkan komitmen Kaltim dalam mengembangkan sektor industri.
MIF merupakan forum investasi strategis yang merupakan kerja sama antara pemerintah provinsi dengan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim. Forum ini dirancang sebagai wadah komprehensif. Tujuannya adalah mempertemukan berbagai pihak terkait investasi.
Advertisement
Pihak-pihak yang dipertemukan meliputi pemerintah pusat, pemerintah negara sahabat, provinsi, kabupaten/kota, investor, serta pelaku usaha dalam dan luar negeri. Pertemuan ini bertujuan untuk memperluas jejaring investasi. Selain itu, ini juga mendorong realisasi proyek-proyek strategis di Kalimantan Timur.
Sumber: AntaraNews