Fakta Menarik: Bangka Belitung Inflasi Terendah ke-8 Nasional, Kunci Kolaborasi BI Pemda Kendalikan Inflasi

Bank Indonesia (BI) Babel dan Pemda perkuat kolaborasi kendalikan inflasi di tengah tantangan cuaca ekstrem. Simak strategi 4K dan mengapa Babel jadi provinsi dengan inflasi terendah ke-8 nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Menarik: Bangka Belitung Inflasi Terendah ke-8 Nasional, Kunci Kolaborasi BI Pemda Kendalikan Inflasi
Bank Indonesia (BI) Babel dan Pemda perkuat kolaborasi kendalikan inflasi di tengah tantangan cuaca ekstrem. Simak strategi 4K dan mengapa Babel jadi provinsi dengan inflasi terendah ke-8 nasional. (AntaraNews)

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Pemerintah Daerah setempat dan instansi terkait lainnya secara aktif menguatkan kolaborasi. Langkah ini diambil untuk secara efektif mengendalikan inflasi di wilayah tersebut.

Penguatan sinergi ini menjadi prioritas utama mengingat tantangan inflasi ke depan yang masih besar. Tantangan tersebut terutama berasal dari potensi cuaca ekstrem yang dapat menekan produksi pangan lokal serta volatilitas harga komoditas strategis.

Meskipun demikian, Kepala BI Babel Rommy S. Tamawiwy menyatakan optimisme bahwa inflasi akan tetap terkendali dalam rentang sasaran nasional. Hal ini dapat dicapai melalui sinergi kuat antara Bank Indonesia, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Tantangan dan Capaian Inflasi Bangka Belitung

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Provinsi Bangka Belitung mengalami inflasi sebesar 0,46 persen (mtm) pada September 2025. Angka ini berbalik arah dari kondisi deflasi 0,46 persen yang terjadi pada Agustus 2025.

Inflasi Bangka Belitung pada September 2025 tercatat lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada di angka 0,21 persen (mtm). Kenaikan harga ini terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 1,14 persen (mtm).

Kontributor utama kenaikan harga tersebut meliputi daging ayam ras, cabai merah, dan kangkung. Namun, tekanan inflasi lebih lanjut berhasil ditahan oleh penurunan harga pada kelompok transportasi sebesar 0,16 persen (mtm).

Secara tahunan, inflasi Bangka Belitung mencapai 1,82 persen (yoy), angka ini lebih rendah dari inflasi nasional yang sebesar 2,65 persen (yoy). Capaian ini menjadikan Bangka Belitung sebagai provinsi dengan inflasi terendah kedelapan di Indonesia.

Inflasi tahunan disumbang oleh kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,89 persen (yoy), dengan bawang merah dan beras sebagai penyumbang utama. Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga naik sebesar 5,39 persen (yoy) yang dipicu oleh kenaikan harga emas perhiasan. Sebaliknya, kelompok pendidikan mengalami deflasi signifikan sebesar 12,85 persen (yoy).

Berdasarkan data inflasi tahunan di setiap kabupaten/kota di Babel, Kabupaten Bangka Barat menempati posisi tertinggi sebesar 2,30 persen (yoy). Diikuti oleh Belitung Timur sebesar 2,10 persen (yoy) dan Kota Pangkalpinang 1,75 persen (yoy), sementara inflasi terendah tercatat di Belitung sebesar 0,94 persen (yoy).

Strategi Kolaborasi BI dan Pemda dalam Pengendalian Inflasi

BI Babel terus berupaya aktif menjaga stabilitas harga melalui penguatan kerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Babel. Optimalisasi pasokan lokal dan kerja sama antar daerah menjadi fokus utama dalam upaya ini.

Salah satu langkah strategis yang telah diambil adalah penyerapan gabah kering panen (GKP) dari Desa Rias, Bangka Selatan, dan beras dari Kelompok Tani Sinar Tani Belitung Timur. Selain itu, Bank Indonesia juga fokus pada pengendalian pasokan komoditas bawang merah, yang produksinya diperkirakan tertekan oleh cuaca ekstrem.

Bersama TPID, BI Babel menerapkan kerangka kebijakan 4K yang komprehensif. Strategi ini meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif untuk memastikan stabilitas harga.

Kepala BI Babel menyampaikan, "Sejak Januari hingga September 2025, kita telah melaksanakan 40 kali inspeksi pasar dan distributor di seluruh Babel, 77 kali operasi pasar, dan 50 kali gerakan pangan murah." Kegiatan ini melibatkan kepala daerah, instansi terkait, hingga masyarakat luas untuk memastikan ketersediaan barang pokok dan menekan harga di tingkat konsumen.

Komitmen Jangka Panjang Pengendalian Inflasi

Bank Indonesia secara konsisten mendukung tiga langkah strategis dalam pengendalian inflasi nasional. Langkah pertama adalah menjaga inflasi tahun 2025 tetap dalam kisaran target nasional 2,5±1 persen.

Langkah kedua berfokus pada pengendalian inflasi pangan bergejolak, dengan target kisaran 3,0–5,0 persen. Hal ini penting mengingat volatilitas harga pangan seringkali menjadi pemicu utama inflasi.

Terakhir, BI Babel terus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah melalui Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2025-2027. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan kerangka kerja yang solid untuk menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang di Bangka Belitung.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi