Expo UMKM YBM PLN: Dari Gowa hingga Mamuju, 19 Tahun Berbagi Manfaat Ekonomi
YBM PLN sukses menggelar Expo UMKM di Makassar, menampilkan produk unggulan dari berbagai daerah binaan. Ingin tahu bagaimana Expo UMKM YBM PLN mendorong kemandirian ekonomi masyarakat?
Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN sukses menyelenggarakan Expo UMKM di pelataran Kantor PLN UID Sulselrabar, Makassar. Acara ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 18 hingga 19 September 2025, dalam rangka perayaan Milad Ke-19 YBM PLN. Kegiatan ini bertujuan untuk memamerkan beragam produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan YBM PLN dari berbagai daerah.
General Manager PLN UID Sulselrabar sekaligus Pembina YBM PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyatakan bahwa expo ini menjadi bukti nyata pendampingan YBM PLN. Pendampingan tersebut secara konsisten mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di berbagai wilayah. Kehadiran expo ini juga memperkuat komitmen YBM PLN untuk terus berbagi manfaat kepada sesama.
Produk-produk yang dipamerkan meliputi makanan, minuman, hingga kerajinan tangan dari Desa Cahaya Lembanna Gowa, Desa Cahaya Kahayya Bulukumba, dan Desa Cahaya Bontojai Bone. Selain itu, ada pula produk dari Desa Cahaya Bonda Mamuju, Desa Cahaya Batulaya, dan Napo Polewali Mandar. Seluruh program ini dapat terlaksana berkat dana zakat 2,5 persen dari pegawai Muslim PLN setiap bulannya.
Expo UMKM YBM PLN: Memamerkan Potensi Lokal dan Kemandirian Ekonomi
Expo UMKM YBM PLN yang digelar di Makassar merupakan platform strategis bagi para pelaku usaha kecil. Acara ini memberikan kesempatan berharga untuk memperkenalkan produk mereka kepada khalayak yang lebih luas. Berbagai jenis produk lokal, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan tangan unik, turut meramaikan pameran ini.
Edyansyah, General Manager PLN UID Sulselrabar, menegaskan pentingnya kegiatan ini. "Beragam produk lokal mulai dari makanan, minuman, hingga kerajinan tangan dipamerkan. Ini menunjukkan buah dari pendampingan YBM PLN dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat," ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi dampak positif program YBM PLN.
Keberadaan desa-desa binaan seperti Desa Cahaya Lembanna Gowa dan Desa Cahaya Kahayya Bulukumba menjadi bukti nyata. Desa-desa ini telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas produksi dan pemasaran produk mereka. Partisipasi mereka dalam Expo UMKM YBM PLN adalah langkah maju dalam pengembangan usaha.
Selain itu, produk dari Desa Cahaya Bontojai Bone, Desa Cahaya Bonda Mamuju, Desa Cahaya Batulaya, dan Napo Polewali Mandar juga menarik perhatian. Keanekaragaman produk yang dihadirkan mencerminkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi daerah. Expo ini berhasil menjadi jembatan antara produsen lokal dan konsumen.
Inspirasi dan Strategi Bisnis dari Mamak Luna untuk UMKM Binaan
Selain pameran produk, Expo UMKM YBM PLN juga menyelenggarakan sesi berbagi inspirasi. Sesi ini menghadirkan Diklawati Prasiska, yang dikenal sebagai Mamak Luna, pemilik usaha Roti Taeng yang telah sukses. Kehadiran beliau memberikan semangat baru bagi para pelaku UMKM.
Dalam sesi tersebut, Mamak Luna membagikan kisah perjalanannya dalam membangun usaha Roti Taeng. Ia juga menyampaikan berbagai strategi bisnis yang efektif dan motivasi berharga. Tujuannya adalah agar para pelaku UMKM binaan YBM PLN semakin percaya diri dalam mengembangkan bisnis mereka.
Pengalaman Mamak Luna menjadi contoh nyata bahwa dengan ketekunan dan strategi yang tepat, UMKM dapat berkembang pesat. Peserta mendapatkan wawasan praktis tentang pemasaran, inovasi produk, dan pengelolaan keuangan. Sesi ini diharapkan dapat memicu inovasi dan pertumbuhan di kalangan UMKM.
Kegiatan seperti ini menunjukkan komitmen YBM PLN tidak hanya dalam pendanaan, tetapi juga dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Melalui berbagi pengetahuan, YBM PLN berupaya menciptakan ekosistem UMKM yang lebih tangguh dan berdaya saing. Ini sejalan dengan visi untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Komitmen Berbagi YBM PLN: Dari Zakat Pegawai untuk Kemandirian Bangsa
Edyansyah menjelaskan bahwa seluruh program YBM PLN dapat berjalan berkat dana zakat pegawai Muslim PLN. Dana ini dipotong sebesar 2,5 persen dari gaji setiap bulan. Mekanisme ini menunjukkan gotong royong internal yang kuat dalam mendukung program sosial.
"Inilah bentuk komitmen kami, bukan hanya menunaikan kewajiban syariat, tapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan," kata Edyansyah. Pernyataan ini menegaskan filosofi di balik setiap kegiatan YBM PLN. Komitmen ini melampaui aspek keagamaan semata, menyentuh dimensi sosial dan ekonomi.
Milad Ke-19 YBM PLN menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang organisasi. Selama hampir dua dekade, YBM PLN telah berkontribusi aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program. Fokus pada UMKM adalah salah satu pilar utama dalam upaya ini.
Melalui dukungan berkelanjutan terhadap UMKM, YBM PLN turut berperan dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan taraf hidup. Program-program ini tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pendampingan dan pelatihan. Hal ini menciptakan dampak jangka panjang bagi kemandirian ekonomi masyarakat.
Sumber: AntaraNews