Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Naik 8 Kali Lipat jadi Rp4.531 di 2030

Oke mengatakan, saat ini e-commerce menjadi penyumbang terbesar dalam ekonomi digital Indonesia dan sebesar 54 persen dari total kunjungan berasal dari platform E-commerce Indonesia. Beberapa di antaranya Tokopedia, Bukalapak dan BliBli.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Naik 8 Kali Lipat jadi Rp4.531 di 2030
Ilustrasi Ekonomi Digital. ©2018 cigionline.com

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengatakan, ekonomi digital Indonesia memiliki prospek yang sangat baik dan berpotensi tumbuh hingga mencapai 8 kali lipat di 2030. Pada 2020, nilai ekonomi digital Indonesia mencapai Rp632 triliun, dan pada 2030 diproyeksikan naik menjadi Rp4.531 triliun.

"Kontribusi ekonomi digital terhadap PDB pun meningkat dari 4 persen menjadi 18 persen," ujar Oke dalam diskusi online, Jakarta, Selasa (12/10).

Oke mengatakan, saat ini e-commerce menjadi penyumbang terbesar dalam ekonomi digital Indonesia dan sebesar 54 persen dari total kunjungan berasal dari platform E-commerce Indonesia. Beberapa di antaranya Tokopedia, Bukalapak dan BliBli.

"Ke depannya e-commerce diprediksi akan memerankan peran yang sangat besar, yaitu 33,37 persen dari total kontribusi ekonomi digital atau setara dengan Rp1.908 triliun pada tahun 2030," kata Oke.

Potensi tersebut, kata Oke, menempatkan Indonesia sebagai kontributor utama pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara, meskipun jika dilihat nilai ekonomi digital per kapita Indonesia masih relatif lebih rendah dibandingkan Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Rekomendasi