Donald Trump Desak The Fed Turunkan Suku Bunga

Rabu, 1 Mei 2019 18:59 Reporter : Siti Nur Azzura
Donald Trump Desak The Fed Turunkan Suku Bunga Donald Trump. ©2018 Associated Press

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada meminta Federal Reserve Amerika Serikat (AS) untuk menurunkan suku bunga dan mengadopsi pelonggaran kuantitatif. Menurutnya, hal ini bisa mendorong ekonomi AS menjadi lebih baik lagi.

"Federal Reserve kami telah terus-menerus menaikkan suku bunga, meskipun inflasi sangat rendah, dan melembagakan dosis pengetatan kuantitatif yang sangat besar," kata Trump melalui akun Twitter-nya, dikutip Antara, Rabu (1/5).

Menurutnya, ekonomi AS memiliki potensi untuk naik seperti roket jika pihaknya melakukan beberapa penurunan suku bunga, seperti satu poin, dan beberapa pelonggaran kuantitatif. Mengingat pertumbuhan PDB kuartal pertama sebesar 3,2 persen.

"Dengan inflasi kami yang sangat rendah, kami dapat membuat rekor besar, dan membuat utang nasional kami mulai terlihat kecil," imbuhnya.

Data yang dirilis pada Senin (29/4) oleh Departemen Perdagangan AS menunjukkan bahwa tidak termasuk energi l dan harga makanan yang volatil, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti, ukuran inflasi yang disukai oleh Federal Reserve (Fed), naik 1,6 persen tahun ke tahun pada Maret, di bawah tingkat inflasi 2,0 persen yang ditargetkan The Fed.

Federal Reserve atau bank sentral AS, yang menaikkan suku bunga empat kali berturut-turut tahun lalu, telah memilih sikap kebijakan yang lebih sabar dengan mempertahankan kisaran target untuk suku bunga Federal Fund di 2,25 persen hingga 2,5 persen selama dua pertemuan kebijakan pertama tahun ini.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan pembuat kebijakan moneter The Fed, akan mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari pada Rabu waktu setempat. Sementara secara luas diyakini bahwa kenaikan suku bunga tidak mungkin, pernyataan Ketua Fed Jerome Powell pada konferensi pers pada Rabu akan diawasi dengan ketat. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini