DJPb Jambi Salurkan Rp3,71 Triliun untuk Program FLPP, Berhasil Fasilitasi 37 Ribu Keluarga MBR Punya Rumah

DJPb Jambi telah menyalurkan Rp3,71 triliun untuk program FLPP, memfasilitasi 37.114 keluarga MBR memiliki rumah, meski tantangan aksesibilitas masih membayangi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DJPb Jambi Salurkan Rp3,71 Triliun untuk Program FLPP, Berhasil Fasilitasi 37 Ribu Keluarga MBR Punya Rumah
DJPb Jambi telah menyalurkan Rp3,71 triliun untuk program FLPP, memfasilitasi 37.114 keluarga MBR memiliki rumah, meski tantangan aksesibilitas masih membayangi. (Merdeka.com)

Kementerian Keuangan melalui Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jambi telah menyalurkan dana sebesar Rp3,71 triliun secara akumulatif. Dana ini dialokasikan untuk program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) guna membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Penyaluran ini merupakan 2,75 persen dari kontribusi nasional program serupa.

Alokasi dana signifikan tersebut berhasil memfasilitasi kepemilikan rumah bagi 37.114 keluarga MBR di seluruh Provinsi Jambi. Program FLPP bertujuan untuk menyediakan rumah layak dengan cicilan ringan dan bunga tetap melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jambi, Tunas Agung Jiwa Brata.

Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pemantauan Program FLPP yang berlangsung di Jambi pada Sabtu (27/9). Keberadaan program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah terus berkomitmen dalam mendukung akses perumahan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dampak Positif Penyaluran FLPP bagi MBR di Jambi

Penyaluran FLPP di Jambi telah memberikan dampak positif yang nyata bagi puluhan ribu keluarga. Dengan dana sebesar Rp3,71 triliun, program ini berhasil mewujudkan impian kepemilikan rumah bagi MBR. Angka 37.114 keluarga menunjukkan skala keberhasilan yang signifikan di tingkat provinsi.

Tunas Agung Jiwa Brata menegaskan bahwa program FLPP merupakan wujud nyata komitmen pemerintah. "Alokasi dana yang signifikan ini telah berhasil memfasilitasi kepemilikan rumah bagi 37.114 keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Provinsi Jambi," ujarnya. Ini membuka peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Jambi, Abror Lubis, menyambut baik keberlanjutan program ini. Ia menyoroti manfaat FLPP yang sangat besar bagi MBR. Program ini menawarkan uang muka ringan mulai 1 persen dan angsuran terjangkau dengan bunga tetap 5 persen per tahun.

Tantangan dan Prospek Program FLPP di Jambi

Meskipun sukses, program FLPP di Jambi tidak lepas dari berbagai tantangan yang perlu diatasi. Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jambi, Tunas Agung, mencatat beberapa kendala utama. Ini termasuk penghasilan MBR yang tidak tetap dan catatan kredit atau BI Checking yang buruk.

Selain itu, keengganan perbankan untuk menyetujui debitur non-payroll menjadi hambatan serius. Tren pinjaman online dan paylater juga memperburuk kelayakan kredit di mata bank. Tunas Agung menambahkan, "Kenaikan harga rumah yang tidak sebanding dengan peningkatan daya beli MBR juga menjadi tantangan tersendiri dalam program ini."

Dari sisi pengembang, program FLPP memberikan kepastian pasar yang kuat. Abror Lubis menjelaskan adanya dukungan regulasi serta insentif pemerintah seperti pembebasan PPN dan BPHTB. Ini semakin mendorong pembangunan rumah subsidi di daerah. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat mendukung program nasional 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi