Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ditjen SDA Percepat Program Padat Karya pada Daerah Irigasi Rentang

Ditjen SDA Percepat Program Padat Karya pada Daerah Irigasi Rentang Ditjen SDA Percepat Program Padat Karya pada Daerah Irigasi Rentang. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Ditjen SDA Percepat Program Padat Karya pada Daerah Irigasi Rentang Pandemi Covid-19 menjadi salah satu bencana berat yang dihadapi oleh hampir semua negara, termasuk Indonesia. Bencana ini menjadi mimpi buruk yang harus dihadapi oleh semua warga Indonesia, bahkan pemerintah harus berjuang ekstra agar bisa meminimalisir dampaknya.

Ribuan warga Indonesia telah meninggal akibat virus Corona, dan ada puluhan ribu orang yang harus kehilangan pekerjaan atau terhenti kegiatannya. Perekonomian Indonesia pun ikut terpuruk akibat pandemi Covid-19 ini. Dengan berbagai tantangan yang ada, pemerintah tetap berjuang agar Indonesia bisa bertahan. Satu per satu solusi pun diturunkan melalui berbagai Kementerian, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Tak mau lengah, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengerahkan semua unit organisasi di Kementerian PUPR untuk mempercepat program Padat Karya dan Padat Karya Tunai di berbagai sektor pembangunan infrastruktur, salah satunya yaitu Daerah Irigasi (DI) Rentang yang ada di Jawa Barat. Program ini merupakan program pembangunan infrastruktur yang di dalamnya melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja. Salah satu lokasi yang dipilih untuk pelaksanaan program padat karya adalah Daerah Irigasi (DI) Rentang yang ada di Provinsi Jawa Barat.

Modernisasi Jaringan Irigasi DI Rentang merupakan paket pekerjaan yang dilaksanakan selama 12 tahun (sejak tahun 2014 hingga tahun 2025) yang terdiri dari 3 kegiatan utama yaitu studi (DED, dll), pekerjaan sipil dan program penunjang lainnya. Modernisasi Jaringan Irigasi DI Rentang (87.840 hektar) ini bertujuan untuk mewujudkan efisiensi penggunaan sumber daya air yang tersedia di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk yaitu peningkatan efisiensi irigasi dari semula 45% menjadi 65% melalui modernisasi, dan untuk meningkatkan produksi padi dalam menunjang ketahanan pangan nasional, juga untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan sosial wilayah pedesaan tersebut. Di tahun 2020, ada 9 paket pekerjaan konstruksi (modernisasi) yang telah ditandatangani Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) melalui BBWS Cimanuk Cisanggarung dengan penyedia jasa.

Di masa pandemi seperti ini, paket pekerjaan tersebut kemudian dipadatkaryakan untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19. "Ada kurang lebih 1000 orang yang kami libatkan untuk kegiatan padat karya di DI Rentang ini. Mereka semua adalah masyarakat terdampak Covid 19 yang telah diusulkan oleh masing-masing Kepala Desa. Pekerjaan mereka biasanya bersifat semi konstruksi yaitu pemasangan batu, juga kegiatan bersih-bersih saluran irigasi. Mereka akan mendapatkan upah per minggu. Harapan kami, program ini bisa membantu mereka yang kehilangan pekerjaan akibat Covid-19," jelas Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko terkait pelaksanaan kegiatan padat karya tersebut.

Meski dipercepat, pelaksanaan program padat karya DI Rentang tetap dijalankan sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan juga penyediaan fasilitas cuci tangan bagi para tenaga kerja. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP