Dengan peran koperasi, Desa Sumogawe disulap menjadi lokasi wisata sentra susu

Sabtu, 5 Mei 2018 14:00 Reporter : Dian Ade Permana
Dengan peran koperasi, Desa Sumogawe disulap menjadi lokasi wisata sentra susu Peternakan sapi perah. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang bersiap menjadi desa wisata tangguh susu. Desa ini akan menjadi sentra penghasil susu di Kabupaten Semarang.

Pengelola Koperasi Unit Desa (KUD) Wahyu Agung, Marsudi Mulyo Utomo, telah mengantongi surat keputusan dari Bupati Semarang untuk merancang program desa wisata tangguh susu di Jawa Tengah. "Desa tangguh susu ini rencananya punya paket wisata berupa sentra-sentra UMKM berbasis makanan dari susu, melihat pemerahan sapi di tiap rumah penduduk," jelasnya, Sabtu (5/5).

"Saat ini, usaha susu sapi telah menjadi penopang utama laju perekonomian masyarakat desa kami. Bahkan, melalui usaha seperti ini, banyak warga yang dulunya tidak bisa mengenyam pendidikan dengan memadai, kini bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai perguruan tinggi. Ini tentunya sejalan dengan misi koperasi dalam memajukan harkat dan derajat anggotanya," paparnya.

Marsudi mengungkapkan, dia membentuk KUD Wahyu Agung pada 2009. "Kita daftarkan ke Dinas Koperasi Kabupaten Semarang selang setahun kemudian tepatnya pada 2010 dengan menggelar RAT. Setelah itu baru dijadikan koperasi," tuturnya.

KUD Wahyu Agung lalu berkembang pesat menjadi koperasi peternak sapi perah yang ada di Desa Sumogawe. Dari semula 250 peternak yang terlibat. Kini jumlahnya jadi 600 orang.

Produksi susu yang dihasilkan anggota KUD Wahyu Agung per harinya mencapai 25.000 ton. "Ini merupakan jumlah yang besar untuk memasok kebutuhan susu murni bagi pabrik Frisian Flag di Bandung," kata Marsudi.

Sebelum dikirim ke Frisian Flag, tiap susu hasil perahan para peternak dimasukan ke mesin pendingin. Baru kemudian dikirim ke Bandung dengan kadar suhu 0 derajat celcius.

Fresh Milk Manager Frisian Flag Indonesia, Efi Lutfiah, menyatakan punya komitmen jangka panjang untuk mengembangbiakan peternakan sapi perah di Indonesia. "Melalui kegiatan Ngariung Bareng Peternak, menjadi initiatif kami untuk membangun komunikasi antara peternak sapi dengan ahli-ahli peternakan sehingga mampu memajukan kesejahteraan para peternak," ujarnya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini