CT: Elit politik jangan berkelahi, nanti investor terus kabur
Merdeka.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah konsisten melemah dalam dua hari terakhir. Menko Perekonomian Chairul Tanjung menyebut, ini akibat perbedaan tajam antara DPR yang dikuasai Koalisi Merah Putih dan pemerintah Presiden Terpilih Joko Widodo, yang disokong Koalisi Indonesia Hebat.
Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG anjlok 1,03 persen, ke level 4.949. Saham unggulan di LQ45 juga terkoreksi 1,06 persen, turun ke posisi 833,915. Menambah suram kondisi akhir pekan, Rupiah di pasar spot melemah 8 basis poin, dan diperdagangkan Rp 12.144 per USD.
Chairul Tanjung yang akrab disapa CT melihat, pasar dikhawatirkan terganggu. Informasi dia terima, pasar merespon negatif kesan tidak akurnya DPR dan eksekutif.
"Kalau dilihat tidak akur, apapun kebijakan pemerintah baru dianggap tidak akan efektif," ujarnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/10).
Padahal, tantangan tahun depan tak sedikit. Di samping masih ada persoalan subsidi BBM yang mengurangi ruang fiskal, Jokowi masih akan diuji mengenai potensi pembalikan modal akibat penaikan suku bunga bank sentral AS.
Solusinya, kata CT, harus ada upaya para elit politik akur. Ini agar investor di pasar modal dan valas lebih tenang.
"Market akan menyambut positif kalau akur. Kan orang memahami betul bahwa perlu ada kebersamaan lah dalam membangun republik ini," katanya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya