CFD Tegar Beriman Jadi Katalisator, UMKM Bogor Rasakan Peningkatan Penjualan dan Promosi Produk

Kegiatan Car Free Day (CFD) Tegar Beriman di Cibinong terbukti efektif mendongkrak penjualan dan promosi produk bagi UMKM Bogor, menciptakan ruang ekonomi baru dan pemberdayaan masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
CFD Tegar Beriman Jadi Katalisator, UMKM Bogor Rasakan Peningkatan Penjualan dan Promosi Produk
Kegiatan Car Free Day (CFD) Tegar Beriman di Cibinong terbukti efektif mendongkrak penjualan dan promosi produk bagi UMKM Bogor, menciptakan ruang ekonomi baru dan pemberdayaan masyarakat. (AntaraNews)

Kegiatan Car Free Day (CFD) Tegar Beriman yang rutin digelar di Cibinong, Kabupaten Bogor, kini menjadi sorotan utama bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Acara mingguan ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik untuk berolahraga dan rekreasi, tetapi juga telah bertransformasi menjadi ajang vital untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui partisipasi aktif para pelaku UMKM.

Dampak positif dari CFD Tegar Beriman ini sangat dirasakan oleh UMKM di Kabupaten Bogor, terutama dalam hal peningkatan penjualan, perluasan pasar, serta promosi produk lokal. Penataan lapak yang terpusat dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bogor menjadi kunci keberhasilan program ini dalam menarik perhatian pengunjung dan mendorong transaksi ekonomi.

Kesempatan berharga ini memungkinkan UMKM untuk berinteraksi langsung dengan konsumen, memperkenalkan produk mereka secara lebih luas, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan memberikan platform yang berkelanjutan bagi UMKM untuk berkembang.

Salah satu pelaku UMKM, Ginanjar, pemilik usaha Fresh Juice Buahga, mengungkapkan apresiasinya terhadap Pemerintah Kabupaten Bogor. Ia menekankan bahwa CFD Tegar Beriman memberikan ruang yang sangat positif bagi UMKM untuk sekaligus berjualan, berinteraksi dengan masyarakat, dan memperkenalkan produk mereka lebih luas.

Menurut Ginanjar, penataan lapak UMKM dan pedagang kaki lima (PKL) yang terpusat di satu area merupakan strategi efektif. "Penempatan lapak yang terpusat membuat pengunjung lebih fokus. Dampaknya sangat terasa bagi kami dari sisi penjualan dan promosi produk," ujarnya, menggarisbawahi efektivitas penataan tersebut.

Partisipasi Ginanjar dalam CFD Tegar Beriman ini diperoleh melalui Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor yang secara langsung menawarkan kesempatan kepada para pelaku usaha. Dukungan dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dan jajaran pemerintah daerah menjadi semangat bagi UMKM untuk terus tumbuh dan berkontribusi bagi Kabupaten Bogor.

Pelaku UMKM lainnya, Anissa, yang menjajakan soft cookies dan brownies, juga merasakan manfaat besar dari kegiatan CFD Tegar Beriman. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini membuka peluang usaha baru bagi masyarakat kecil dan memberikan dampak nyata terhadap ekonomi lokal.

Anissa menilai fasilitas yang diberikan cukup baik, meskipun ada sedikit kendala seperti area tengah yang terasa lebih panas dibandingkan bagian pinggir. "Saya tahu info CFD ini dari Instagram Car Free Day Cibinong, dan alhamdulillah penjualannya cukup ramai karena pengunjung juga banyak," ungkapnya, menunjukkan jangkauan informasi yang efektif.

Dengan antusiasme pengunjung yang tinggi dan dampak positif yang dirasakan, Anissa berharap kegiatan CFD Tegar Beriman ini dapat terus berlangsung secara berkelanjutan. "Semoga CFD ini terus berjalan dengan lancar dan panjang, karena manfaatnya besar sekali untuk kami," harapnya, mewakili aspirasi banyak pelaku UMKM lainnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor, Melly Kamelia, menegaskan bahwa pendaftaran bagi pelaku UMKM di CFD Tegar Beriman tidak dipungut biaya apapun. Syarat pendaftaran meliputi email aktif, nomor telepon atau WhatsApp aktif, foto KTP, foto diri, dan domisili Kabupaten Bogor, memastikan transparansi dan kemudahan akses.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga menerapkan sistem rotasi yang adil agar kesempatan berdagang dapat merata di antara para pelaku UMKM. PKL yang berjualan pada Minggu (9/11) tidak dapat berdagang kembali pada CFD berikutnya, dan baru bisa mendaftar lagi pada 22 November 2025, memberikan kesempatan bagi lebih banyak UMKM.

Melly menambahkan bahwa antusiasme masyarakat, khususnya pedagang, sangat tinggi. "Pada hari pertama uji coba terdapat hampir 130 pedagang PKL, dan minggu ini kami menambah kuota menjadi 150 lapak," jelasnya, menunjukkan respons positif dan pertumbuhan partisipasi UMKM dalam CFD Tegar Beriman.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi