Advertisement
Perum Bulog Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menegaskan bahwa ketersediaan beras di wilayah perbatasan tersebut dalam kondisi aman. Stok ini dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan atau sepanjang triwulan pertama 2026.
Pencius Siburian, Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna, menjelaskan bahwa Bulog mengelola dua gudang penyimpanan beras strategis. Gudang-gudang ini tersebar di dua pulau berbeda untuk memastikan distribusi yang merata.
Dua gudang utama tersebut berlokasi di Pulau Bunguran Besar, tepatnya di Ranai, dan di Pulau Peyangga, yaitu di Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat. Total stok beras yang tersimpan mencapai 1.080 ton, siap disalurkan melalui berbagai program pemerintah.
Advertisement
Advertisement
Perum Bulog Natuna memiliki peran krusial dalam menjaga pasokan pangan di wilayah perbatasan Indonesia. Dua gudang penyimpanan beras yang dikelola berlokasi strategis untuk menjangkau seluruh masyarakat. Gudang di Ranai, pusat ibu kota kabupaten, memiliki stok sekitar 680 ton beras.
Sementara itu, gudang kedua yang berlokasi di Sedanau, Pulau Peyangga, menyimpan sekitar 400 ton beras. Dengan total 1.080 ton stok beras Bulog Natuna, ketersediaan pangan pokok ini dijamin aman untuk periode waktu yang cukup panjang.
Pencius Siburian menambahkan bahwa beras yang tersedia adalah beras medium Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Stok ini didistribusikan melalui berbagai saluran, termasuk mitra Bulog untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta langsung kepada masyarakat melalui program bantuan pangan.
Advertisement
Advertisement
Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog Natuna memiliki fungsi ganda dalam menjaga stabilitas pangan. Selain untuk memenuhi kebutuhan pokok harian, CBP juga dialokasikan untuk penanganan bencana alam dan program bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional.
Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi salah satu fokus utama Bulog Natuna. Melalui program ini, rata-rata 100 ton beras disalurkan setiap bulan di Natuna untuk menjaga harga tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
Komitmen Bulog Natuna sangat kuat dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras. Hal ini penting untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah perbatasan yang memiliki tantangan logistik tersendiri. Stok beras Bulog Natuna merupakan pilar utama dalam upaya ini.
Advertisement
Advertisement
Belakangan ini, Perum Bulog Natuna mengamati peningkatan aktivitas dari mitra-mitra mereka, khususnya Rumah Pangan Kita (RPK). Peningkatan ini diindikasikan oleh pembelian yang kembali aktif dan masif dari RPK.
Pencius Siburian menyoroti bahwa fenomena ini kemungkinan besar disebabkan oleh preferensi masyarakat Natuna terhadap jenis beras yang saat ini tersedia. Masyarakat Natuna cenderung lebih menyukai beras jenis perah, yang sesuai dengan stok Bulog saat ini.
Pengaktifan kembali mitra seperti RPK ini sangat membantu dalam memperluas jangkauan distribusi beras. Hal ini juga memastikan bahwa stok beras Bulog Natuna dapat tersalurkan secara efektif sesuai dengan selera dan kebutuhan lokal, memperkuat ekosistem pangan daerah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews