PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah secara resmi menyerahkan 90 kunci unit Hunian Danantara (Huntara) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang. Penyerahan ini merupakan bagian integral dari komitmen BSI untuk mendukung upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh.
Inisiatif penting ini bertujuan untuk menyediakan tempat tinggal yang layak dan aman bagi masyarakat yang terdampak bencana. Total 90 unit Huntara yang dibangun BSI ini mewakili sekitar 15 persen dari keseluruhan target 600 unit hunian yang direncanakan.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata kolaborasi dan nilai kebermanfaatan BSI bagi masyarakat. Harapannya, para penyintas dapat kembali beraktivitas dengan lebih tenang dan merasa aman di hunian baru mereka.
Advertisement
Advertisement
Program pembangunan Huntara oleh BSI ini bukan sekadar penyediaan tempat tinggal, melainkan manifestasi kehadiran negara melalui sinergi BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia. Hunian ini dirancang untuk memberikan tempat tinggal yang bermartabat bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang.
Bob T. Ananta, Wakil Direktur Utama BSI, menyatakan bahwa perseroan berkomitmen penuh untuk terus mendampingi masyarakat. Baik dalam situasi sulit maupun selama proses pemulihan pascabencana, BSI berupaya memberikan dukungan berkelanjutan.
Penyerahan kunci Huntara ini menandai kesiapan hunian untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Proses pengelolaan, penetapan penerima manfaat, serta distribusi dan penempatan hunian akan sepenuhnya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
Advertisement
Advertisement
Hunian Danantara yang dibangun BSI dirancang sesuai standar kelayakan hunian darurat yang ketat. Setiap unit dilengkapi dengan struktur yang kokoh dan aman, memastikan keamanan penghuni dari potensi bencana lanjutan.
Selain itu, fasilitas dasar seperti akses air bersih dan sanitasi yang memadai telah tersedia untuk menunjang kesehatan dan kualitas hidup penghuni. Dukungan listrik dan layanan kesehatan juga menjadi prioritas dalam pembangunan Huntara ini.
Pembangunan Huntara juga memperhatikan aspek sosial masyarakat agar warga dapat segera kembali beraktivitas normal. Fasilitas pendukung seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik tanpa biaya turut melengkapi kompleks hunian ini.
Advertisement
Kehadiran fasilitas-fasilitas tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan psikologis dan sosial masyarakat. Lingkungan yang kondusif akan membantu mereka membangun kembali kehidupan pascabencana.
Advertisement
Partisipasi BSI dalam pembangunan Huntara di Aceh Tamiang ini merupakan kelanjutan dari serangkaian aksi kemanusiaan yang telah dilakukan sejak awal bencana melanda Sumatera. Komitmen BSI telah terbukti melalui berbagai bantuan yang disalurkan.
Perseroan telah menyalurkan bantuan logistik lebih dari 203 ton untuk memenuhi kebutuhan dasar penyintas. Selain itu, BSI juga mendirikan posko kesehatan dan dapur umum untuk memastikan kebutuhan medis dan pangan terpenuhi.
Tidak hanya itu, BSI juga mengirimkan 100 relawan ke lokasi bencana untuk membantu berbagai kegiatan pemulihan. Layanan trauma healing di zona anak juga disediakan untuk membantu pemulihan psikologis anak-anak terdampak.
Advertisement
Upaya lain termasuk pembersihan outlet dan masjid, serta pengaktifan kembali jaringan telekomunikasi yang sempat terganggu. BSI juga membuka kantor cabang secara bertahap dan memfasilitasi layanan penukaran uang tidak layak edar (UTLE) bagi nasabah.
Sumber: AntaraNews