BSI Salurkan 78,7 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana Sumatera
PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menyalurkan total 78,7 ton bantuan kemanusiaan senilai Rp12 miliar bagi korban bencana hidrometeorologi di Sumatera, menegaskan komitmen Bantuan BSI Korban Bencana Sumatera.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama BSI Maslahat telah menyalurkan bantuan kemanusiaan signifikan untuk meringankan beban korban bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera. Total 78,7 ton bantuan senilai Rp12 miliar telah didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak parah. Inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat BSI dalam mendukung pemulihan pascabencana di berbagai daerah.
Bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan esensial, mulai dari makanan siap saji hingga perlengkapan kebersihan dan alat komunikasi darurat. Fokus utama penyaluran bantuan diarahkan ke Provinsi Aceh, yang mengalami dampak paling serius akibat bencana. Langkah cepat ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para penyintas.
Selain penyaluran logistik, BSI juga menghadirkan dukungan teknologi canggih seperti Starlink dan telepon satelit. Fasilitas ini bertujuan untuk memperlancar koordinasi serta penanganan bencana oleh pemerintah daerah setempat. Upaya menyeluruh ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Dukungan Logistik dan Operasional di Wilayah Terdampak
Sekretaris Perusahaan BSI, Wisnu Sunandar, menjelaskan bahwa bantuan yang dikirimkan sangat beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan. "Bantuan yang dikirimkan meliputi makanan siap saji, obat-obatan, perlengkapan kebersihan, pakaian, hingga peralatan pendukung seperti perahu karet dan alat komunikasi darurat," kata Wisnu. Sebagian besar dari total 78,7 ton bantuan ini dialokasikan khusus untuk Provinsi Aceh.
Selain distribusi logistik, BSI dan BSI Maslahat juga aktif mendirikan dapur umum dan posko kesehatan di beberapa lokasi strategis. Dapur umum telah beroperasi di Langsa dan Bireuen, sementara posko kesehatan didirikan di Kuala Simpang, Aceh. Setiap harinya, sekitar dua ribu paket makanan disalurkan untuk membantu kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat bencana. Dapur umum ini mulai aktif sejak 6 Desember 2025.
Pemilihan lokasi dapur umum di kawasan Langsa didasarkan pada ketersediaan air bersih dan sarana pendukung lainnya yang relatif siap. Distribusi dua ribu paket makanan per hari dari dapur umum ini menjangkau wilayah Tamiang, Langsa, dan Kuala Simpang. Hal ini bertujuan untuk mendukung pemulihan aktivitas masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Bantuan BSI Korban Bencana Sumatera tidak hanya berhenti pada logistik. BSI juga menyediakan dukungan teknologi berupa Starlink dan telepon satelit. Teknologi ini sangat penting untuk membantu pemerintah daerah dalam memperlancar koordinasi dan penanganan bencana di lapangan. Kehadiran teknologi ini memastikan komunikasi tetap berjalan lancar meski infrastruktur konvensional terganggu.
Menjaga Akses Perbankan dan Layanan Komunikasi
Di tengah kondisi bencana, BSI juga berupaya keras untuk menjaga aksesibilitas layanan perbankan bagi nasabah di wilayah terdampak. Dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, 13 wilayah di antaranya terdampak bencana. Sejak 8 Desember 2025, BSI telah menghadirkan kembali layanan operasional di wilayah-wilayah tersebut, menunjukkan komitmen kuat terhadap nasabah.
Hingga 11 Desember 2025, sebanyak 136 dari total 145 kantor BSI di Regional Aceh telah kembali beroperasi. Sembilan kantor lainnya masih dalam proses persiapan operasional, dengan layanan sementara didukung oleh genset dan jaringan Starlink. Kondisi serupa juga terjadi pada ATM BSI; 497 dari 920 unit ATM di Aceh telah berstatus in service, dengan tingkat ketersediaan mencapai 54 persen.
Di Regional Medan, seluruh cabang BSI telah beroperasi penuh, dan 450 dari 488 unit ATM berfungsi kembali dengan ketersediaan 92 persen. Sementara itu, di wilayah Sumatera Barat, seluruh kantor layanan dan ATM BSI telah beroperasi normal 100 persen. Untuk daerah dengan dampak berat seperti Langsa dan Kuala Simpang, BSI mengaktifkan sejumlah kantor cabang pembantu dan mengerahkan mobil kas keliling ke wilayah Tamiang.
Wisnu Sunandar menambahkan bahwa kantor-kantor BSI juga dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas warga. "Kantor-kantor BSI juga dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas warga, termasuk untuk memperoleh akses wifi dari Starlink dan pengisian daya telepon genggam," ujarnya. BSI juga mengirimkan bantuan tenaga operasional untuk mendukung pegawai yang terdampak, memastikan layanan kepada masyarakat terus berjalan optimal.
Komitmen Berkelanjutan dan Relawan
BSI telah aktif menyalurkan bantuan sejak awal terjadinya bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tindakan cepat ini menunjukkan responsibilitas perusahaan terhadap kondisi darurat yang dihadapi masyarakat. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian integral dari upaya pemulihan pascabencana.
Selain bantuan logistik, BSI melalui BSI Maslahat juga menurunkan relawan-relawan ke lokasi bencana. Para relawan ini bertugas membantu distribusi bantuan serta memberikan pendampingan bagi para penyintas bencana. Kehadiran relawan sangat krusial dalam memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat dan memberikan dukungan moral kepada korban.
Bantuan BSI Korban Bencana Sumatera ini mencerminkan sinergi antara penyediaan kebutuhan dasar, dukungan teknologi, dan pemulihan layanan perbankan. Seluruh upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali beraktivitas normal. Komitmen berkelanjutan ini menjadi bukti nyata kepedulian BSI.
Sumber: AntaraNews